Showing posts with label Uji Coba Rudal. Show all posts
Showing posts with label Uji Coba Rudal. Show all posts

Friday, May 3, 2013

Penembakan Senjata Strategis TNI AL dalam Latgab TNI 2013


Surabaya, (IMP) -- Penembakkan senjata strategis milik TNI Angkatan Laut telah dilaksanakan. Tepat pukul 14.30 Wib hari ini, Kamis (2/4) Rudal Exocet MM 40 melesat dari KRI Sultan Iskandar Muda-367 mengarah pada sasaran yaitu ex. KRI Teluk Semangka-512 di perairan Laut Jawa. 

Selang dua menit kemudian KRI Abdul Halim Perdanakusuma-355 menembakkan Rudal C-802 dengan sasaran yang sama. Disusul kemudian dari KRI Cakra-401 meluncurkan Torpedo SUT (Surface and Underwater Target) melaju deras di bawah air menuju sasaran ex. KRI Teluk Semangka-512. Senjata-senjata strategis tersebut berhasil mengenai sasaran, hal ini ditandai dengan ex. KRI Teluk Semangka-512 perlahan-lahan mulai tenggelam.


Pelaksanaan penembakan ini disaksikan langsung oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sejumlah menteri Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II, Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono, SE, ke tiga Kepala Staf Angkatan serta pejabat tinggi TNI yang terlibat dalam Latihan Gabungan TNI tahun 2013 dari KRI Makasar-590. Sedangkan Wakil Presiden Prof. Dr. Boediono beserta pejabat lain menyaksikan penembakan ini dari geladak KRI Surabaya-591.


Friday, March 15, 2013

Iran Sukses Uji Coba Rudal Jarak Dekat


(IMP) -- Angkatan Darat Iran berhasil melakukan uji tembak dua peluru kendali jarak dekat, dalam latihan militer di Kota Tengah Kashan, Kamis (14/3) waktu setempat.

Press TV melaporkan Rudal Nazeat 10 dan Fajr 5 secara efektif mencapai target yang ditetapkan dalam latihan.

"Tujuan latihan itu untuk meningkatkan kemampuan pertahanan satuan-satuan pasukan peluncur roket dan rudal," kata AD Iran dalam satu pernyataan.

Rudal Fajr 5 adalah roket artileri 333-mm dari permukaan ke permukaan dengan jangkauan 75 kilometer. Rudal Nazeat 10 adalah rudal balistik jarak menengah dengan jarak sekitar 100 kilometer.

Angkatan Bersenjata Iran sebelumnya menggelar latihan tiga hari, dengan kode Khatam al-Anbia, di provinsi barat daya Khuzestan pada 9 Maret.


(Republika/IMP)

Sunday, March 10, 2013

Iran Siap Uji Coba Tiga Rudal Baru


(IMP) -- Angkatan Darat Iran akan menguji tiga jenis rudal barunya dalam latihan perang yang akan digelar pada akhir tahun kalender berjalan Persia, yang berakhir pada 20 Maret mendatang. "Rudal-rudal yang telah menjalani tes laboratorium itu akan diuji tembak dalam manuver militer mendatang," kata Wakil Komandan Lapangan Angkatan Darat Iran, seperti dilansir kantor berita Irna.

"Jika disetujui oleh Staf Umum Angkatan Bersenjata Iran, latihan perang akan dilakukan di pusat Iran sebelum akhir tahun, "tegas Brigadir Jenderal Kiomars Heidari.

Dilaporkan, beberapa bagian dari unit rudal Angkatan Darat Iran akan digunakan dalam uji pertempuran besar dan taktik operasional. Selama beberapa tahun terakhir, Iran telah mencapai swasembada di bidang produksi sistem peralatan militer penting.

Republik Islam telah berulang kali meyakinkan negara lain, khususnya negara-negara tetangga, bahwa kekuatan militernya tidak menimbulkan ancaman bagi negara lain, sebab doktrin pertahanannya didasarkan pada pencegahan.

Pada tanggal 10 Februari lalu, Deputi Menteri Pertahanan Iran Brigadir Jenderal Mehdi Farahi mengatakan pasukan Iran telah berhasil memproduksi sejumlah peralatan militer penting buatan dalam negeri seperti rudal udara-ke-udara, Fakour, dan jet tempur F14. Versi terbaru dari rudal permukaan-ke-udara, Ra'd (petir), telah diuji pada 31 Desember 2012 lalu.


(Republika/IMP)

Friday, February 15, 2013

TD-2000B Jalani Uji Coba

(all photos : PussenArhanud, Kaskus Militer)



Uji terima ulang Sista Hanud Terintegrasi TD-2000B Rudal Meriam dilaksanakan pada hari Selasa 29 Januari 2013 dan Senin 4 Februari 2013 di Balai Produksi dan Pengujian Roket (BPPR) LAPAN dan Pangkalan TNI AU, Kecamatan Cikelet, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Hasil tembakan amunisi 57 mm proximity pertama (gambar kiri) 
dan kedua (gambar kanan)

Pelaksanaan uji terima ulang Sista Hanud Terintegrasi TD-2000B Rudal Meriam dibagi menjadi dua bagian yaitu uji penembakan meriam 57 mm AA (Anti Aircraft) tanggal 29 Januari 2013 dan uji penembakan misil tanggal 4 Februari 2013.


Misil pertama miss (gambar kiri), 
sesaat sebelum terjadi impact pada misil kedua (gambar kanan)

Pada penembakan meriam 57 mm AA dilaksanakan penembakan amunisi 57 mm HE (High Explosive) dengan sasaran balon udara dan penembakan amunisi 57 mm proximity dengan sasaran benda hexagonal yang diikat ke balon udara, sedangkan untuk penembakan misil menggunakan sasaran target drone S-70 buatan China.


Ukuran keberhasilan pada uji penembakan meriam 57 mm AA menggunakan amunisi HE adalah ketepatan tembakan dengan menghitung banyaknya proyektil yang masuk ke dalam lingkaran 15 mil pada layar monitor FCDV-1, apabila lebih dari 30 % proyektil masuk pada lingkaran ini maka pengujian dinyatakan memenuhi syarat.



Untuk pengujian amunisi 57 mm proximity sistem proximity fuse pada proyektil harus dapat bekerja dan meledak di dekat sasaran. Sedangkan untuk penembakan misil harus mengenai target drone secara langsung (direct hit).


Hasil uji penembakan amunisi 57 mm HE, seluruh proyektil yang berjumlah 27 butir masuk dalam lingkaran 15 mil yang terlihat di monitor FCDV-1. Untuk penembakan amunisi proximity, pada penembakan pertama proyektil meledak pada jarak 20 s.d. 30 m sebelum sasaran, pada penembakan kedua proyektil meledak pada jarak 2 s.d. 5 m dari sasaran. Sedangkan untuk penembakan misil mendapatkan hasil direct hit pada penembakan yang kedua.



Dalam uji tembak ini didapatkan dua hal baru, yang pertama kinerja teknologi proximity pada amunisi 57 mm yang dapat meningkatkan kill probability meriam 57 mm dan yang kedua adalah kesulitan pembidikan misil dengan menggunakan elektro optik apabila sasaran terbang di bawah langit yang tertutup awan karena pantulan panas matahari pada tepi awan dapat mengalihkan penguncian elektro optik. 



Dengan selesainya Uji terima ulang Sista Hanud Terintegrasi TD-2000B Rudal Meriam maka kegiatan selanjutnya yang akan dilaksanakan adalah penggantian gearbox seluruh kendaraan materiil kontrak dengan yang menggunakan sistem syncromesh, pengujian kendaraan, pengiriman Alut Sista ke asrama Denarhanud Rudal 001 Dam IM, Lhokseumawe dan diakhiri dengan pelatihan operator dan teknisi di asrama Denarhanud Rudal 001.


Friday, January 4, 2013

Iran Sukses Uji Coba Rudal Qader

Uji Coba Rudal Qader

Rudal Qader siap ditembakan. (Foto: IRNA/Mohammadreza Alimadadi)


3 Januari 2013, Tehran: Angkatan Laut Iran sukses menguji coba rudal pertahanan pantai Qader (Sangat Kuat) saat latihan peperangan laut Velayat 91, Selasa (1/1).

Rudal Qader mudah dioperasikan, mampu melumatkan kapal perang hingga jarak 200 km, dikembangkan oleh teknisi dan ahli pertahanan Iran.

Rudal pertama kali dipamerkan ke publik pada parade militer September 2011.

Kementerian Pertahanan Iran telah mengirimkan rudal Qader ke Angkatan Bersenjata dan Korps Pengawal Revolusi Iran untuk meningkatkan kekuatan pertahanan maritim.





(foto: IRNA/Mohammadreza Alimadadi)

Tuesday, January 1, 2013

Iran Uji Coba Rudal dan Torpedo

Angkatan Laut Iran "berhasil" melakukan penembakan rudal jarak dekat dan menengah serta torpedo


Foto dokumentasi peluncuran misil darat-ke-laut jarak jauh bernama Qader (Kuasa) awal tahun lalu (REUTERS / Jame jamonline / Ebrahim Norouzi / Handout).
Teheran (ANTARA News) - Angkatan Laut Iran "berhasil" melakukan penembakan rudal jarak dekat dan menengah serta torpedo dalam pelatihan Angkatan Laut pada Senin (31/12).

Pada hari keempat pelatihan Angkatan Laut besar-besaran selama enam hari --yang diberi nama Velayat 91, atau Pengawal 91 dan dimulai pada Jumat (28/12) di perairan Iran selatan-- Angkatan Laut "berhasil" melakukan uji-coba penembakan versi mutakhir rudal buatan dalam negeri permukaan-ke-udara, Ra`d (Petir), demikian laporan Press TV, Senin, dengan mengutip keterangan seorang pejabat.

Juru Bicara pelatihan itu, Laksamana Muda Amir Rastegari, mengatakan versi terdahulu rudal Ra`d telah diubah oleh para ahli Angkatan Laut Iran dan dipasang di kapal perang.

Versi baru rudal Ra`d dapat menjangkau sasaran udara jarak-menengah, kata Rastegari pada Jumat.

Angkatan Laut Iran juga "berhasil" meluncurkan rudal jelajah jarak-dekat aslinya, yang diberi nama Nasr (Kemenangan), pada hari keempat pelatihan besar militer itu, kata Press TV.

Rudal jelajah Nasr, yang dapat menghancurkan kapal dengan bobot sampai 3.000 ton, dapat diluncurkan dari pangkalan di darat dan kapal militer di lepas pantai, kata Menteri Pertahanan Iran Ahmad Vahidi sebagaimana dikutip.

Vahidi kembali mengatakan kemampuan baru akan ditambahkan pada rudal itu dalam waktu dekat sehingga rudal tersebut juga dapat diluncurkan dari helikopter dan kapal selam, demikian laporan Xinhua.

Selain itu, Angkatan Laut Iran juga menembakkan torpedo baru yang mengenai dan menghancurkan sasaran selama hari keempat pelatihan Angkatan Lautnya, kata Press TV.

Rastegari mengatakan, "setelah keberhasilan sistem pertahanan pantai" dan mundurnya kapal musuh, kapal sub-permukaan Iran menyergap "pasukan musuh dan menghancurkan mereka dengan torpedo canggih".

Ia mengatakan satuan permukaan Iran "memburu kapal musuh sambil melancarkan serangan rudal berat terhadap pasukan musuh", kata laporan tersebut.

Sementara itu, satuan Angkatan Laut Iran pada Senin melakukan pelatihan penembakan-jatuh pesawat musuh, terutama Kendaraan Udara Tak berawak (UAV), selama pelatihan di perairan di bagian selatan negeri tersebut.

"Hari ini, pesawat tak berawak musuh menghadapi serangan sengit pasukan Angkatan Laut (Iran), yang gagah berani di laut dan pantai, sebelum mereka dapat memasuki posisi tentara sahabat dan akhirnya mereka diserang dan dihancurkan oleh rudal Misaq --yang ditembakkan dengan peluncur yang dipanggul," kata Rastegari sebagaimana dikutip.

Rastegari juga mengatakan pesawat tak berawak tempur dan pengintai sahabat juga menerobos posisi pasukan musuh dalam misi terpisah dan menyerang kapal mereka setelah mengumpulkan keterangan intelijen dalam misi pengintaian mereka, demikian laporan kantor berita Fars.

Pada Minggu, Komandan Satuan Penerbangan Angkatan Laut Iran, Laksamana Muda Alireza Nayyeri, mengatakan Angkatan Laut Iran telah mendorong dan meningkatkan kemampuan UAV buatan dalam negerinya.

Pelatihan Angkatan Laut oleh Republik Islam itu dilakukan di Selat Hormuz, Laut Oman, bagian utara Samudra Hindia, Teluk Aden dan Selat Bab-el-Mandeb.

(C003/Antara)
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...