Showing posts with label Kendaraan Tempur. Show all posts
Showing posts with label Kendaraan Tempur. Show all posts

Thursday, July 10, 2014

Maintenance Dan Pelatihan Automotive Panser Tarantula TNI-AD


(IMP) -- Setelah datangnya tim CMI Defence Belgia ke Kikavser 3 untuk melaksanakan maintenance Kanon Ranpur Tarantula, maka lanjutan dari kegiatan tersebut pada awal bulan Juni 2014 rombongan tim maintenance Doosan DST dari Korea Selatan datang ke Kikavser 3 untuk melaksanakan kegiatan perawatan dan pelatihan mengenai Automotive Ranpur Tarantula kepada para Danran, Pengemudi, dan anggota Tim Pemeliharaan (Tim Har) Kikavser 3.


Rombongan yang berjumlah 7 orang dan dipimpin langsung oleh General Manager Doosan DST Mr. You Sik Kwak langsung menuju garasi ranpur Kikavser 3 setelah disambut oleh Letda Kav hara Ibnufauzi selaku Perwira Pendamping. 


Di garasi ranpur mereka langsung membagi tugas, sebagian tim langsung melaksanakan pengecekan 6 unit ranpur Tarantula didampingi oleh anggota Tim Har. Sebagian lagi memberikan pengetahuan teori dan praktek kepada para Danran dan Pengemudi ranpur Tarantula. 

Pengecekan yang dilakukan meliputi pengecekan mesin, sistem kelistrikan, panel-panel dashboard, lampu-lampu, ramp door, generator, pompa air, winch, dsb. Sementara untuk pelatihan automotive meliputi pengenalan mesin, pengoperasian ranpur, prosedur menghidupkan dan mematikan kendaraan, cara pelumasan, penggunaan winch, bongkar pasang roda,dsb. 


Kegiatan yang berlangsung selama 3 hari ini dapat dilaksanakan dengan baik dan lancar dan diakhiri dengan foto bersama dan pembagian sertifikat dari tim Doosan DST kepada para peserta pelatihan dan maintenance.


Friday, March 7, 2014

Rantis Berpeluncur Roket Terbaru Diuji Coba


(ARC/IMP) -- Inilah pertama kalinya kendaraan taktis (Rantis) 5 ton 6x6 "peluncur roket" produksi Balitbang Kemhan beraksi. Rantis berikut roketnya ini beraksi di kawasan pantai santolo indah pameungpeuk, garut jawa barat pada kamis (06/03).

Rantis hasil karya anak bangsa ini berhasil meluncurkan 2 buah roket RHAN 1220 produksi bersama konsorsium roket nasional tanpa kendala apapun. Dengan sudut elevasi 50 derajat dan azimut 250 mengarah ke laut selatan roket mampu meluncur sejauh 14 kilometer. Bersamaan dengan itu, RHAN- 1220 B yang merupakan varian baru dari RHAN dengan kaliber 122, juga berhasil diluncurkan dari laras GRAD pada peluncur Perkasa.


Menurut Kepala pusat Peneltian dan pengembangan litbang alat peralatan pertahanan (kapuslitbang Alpalhan Balitbang kemhan) Brigjen TNI yul Afiandi, Rantis 5 ton 6x6 peluncur roket ini merupakan produksi dalam negeri yang dihasilkan dari penelitian Balitbang Kemhan bekerjasama dengan Pindad dan mitra kerja swasta lainnya.

Sebelum digunakan dalam kagiatan peluncuran, rantis tersebut juga sudah diadakan uji coba kelayakan berbagai medan di wilayah jawa barat. Meski sudah berhasil meluncurkan roket, Rantis ini tetap akan dikembangkang lebih lanjut baik dari sisi kendaraan ataupun peluncur roket.


(ARC)

Thursday, June 20, 2013

Produksi Panser Anoa Digeber untuk Memenuhi Pesanan 150 Unit Kedua



(IMP) -- Setelah TNI memesan 150 panser Anoa produksi Pindad pada tahun 2008, pabrik persenjataan di Bandung, Jawa Barat yang sudah berstatus BUMN itu seperti mendapat pasokan darah segar. Jumlah total dana yang dikucurkan pemerintah untuk membeli 150 unit panser Anoa melebihi Rp 1 trilliun sehingga operasional produksi Anoa pun berjalan lancar.

Tidak hanya merampungkan 150 unit panser Anoa, para teknisi senjata Pindad saat ini juga sedang menggeber produksinya demi memenuhi pesanan TNI yang jumlah totalnya (termasuk pesanan 150 unit pertama) , mencapai lebih dari 300 unit. Anoa yang sudah dioperasikan bahkan ada yang dikirim ke Lebanon guna mendukung tugas Pasukan Perdamaian PBB Indonesia, Satgas Indo FPC TNI Konga XXVI-D2/UNIFIL.


"Sebanyak 150 Anoa, saat itu dipesan langsung oleh Bapak Wapres Yusuf Kalla. Itu merupakan kejutan sekaligus tantangan karena Pindad belum memiliki pengalaman memproduksi panser. Tapi berkat kerja keras Pindad akhirnya berhasil mewujudkan panser yang dipesan oleh pemerintah," papar Tuning Rudyati, Kepala Departemen Humas dan Hukum Pindad kepada Angkasa di Pindad, Bandung, Jawa Barat (14/6). 

"Saat ini kami sedang bekerja keras untuk memenuhi pesanan Anoa dari TNI dan juga Malaysia. Dengan kemampuan Pindad memproduksi sebanyak 80 unit Anoa per tahun, kami yakin pesanan dari para konsumen bisa dipenuhi," tambah Tuning.

Selain panser Anoa, Pindad juga memproduksi kendaraan taktis (rantis) Komodo hasil rancangan tahun 2011. Rantis yang sudah dicoba ini memiliki sejumlah kemampuan seperti lincah bergerak di medan berlumpur, berpasir, jalur terjal dengan tanjakkan 31 derajat dan kemiringan 17 derajat serta kemampuan jelajah hingga 450 km. 


Tuesday, May 21, 2013

Production of Tarantula 6x6 has been Completed

Tarantula 6x6 with 90mm gun (photo : Doosan)


A heavy armored wheeled vehicle (6X6) built with our own technology will be exported to Indonesia.

(DS/IMP) -- Doosan DST signed a heavy armored wheeled vehicle contract in 2009 with the Indonesian army and commenced production of these vehicles in November 2011. After carrying out operational tests along with firing and field maneuvering tests starting in early 2012, Doosan DST announced on 5 May that the production of its 6X6 heavy armored wheeled vehicle has been completed in early May 2013.

Prior to this announcement, DAPA officials, Indonesian inspectors, and affiliated companies held a roll-out ceremony on 2 May for the heavy armored wheeled vehicle (name for the Indonesian army: Tarantula 6X6) that will be delivered to the Indonesian army.

The number of heavy armored wheeled vehicles that will be delivered to the Indonesian army. Doosan DST is responsible for manufacturing the armored vehicle and assembling the turret. Also, an Indonesian arms factory will assemble SKD-type armored vehicles on site in Indonesia.

The 6X6 heavy armored wheeled vehicles that will be delivered until the end of the year are 18 tons in weight and can hold 3 crew (driver, tank commander, gunner). Its top speed on ground is 100km per hour and can reach speeds up to 8km in the water.

The heavy armored wheeled vehicles that will be exported have been manufactured tailored to the Indonesian terrain and thus is lighter and can be operated in the water. Also, by arming these vehicles with a 90mm main gun and a 7.62mm machine gun, these vehicles possess the fire power capable of attacking dense enemy units as well as enemy tanks. At the same time, they are known as combat armored vehicles that can be operated for guerilla search and destroy operations.

Doosan DST also exported the K200A1 tracked armored vehicle to Malaysia for the first time in ROK history in 1993.


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...