Tuesday, January 17, 2017

Skadron 12 TNI AD Terima Dua Heli Bersenjata

Helikopter AS550C3 Fennec TNI AD (photo: Haryadi Dwi)

Angkasa/(IMP) -- Skadron 12/Serbu Pusat Penerbangan TNI AD yang bermarkas di Waytuba, Lampung, Minggu siang (15/1) ini menerima dua unit heli AS550C3 Fennec dari tempat perakitannya di PT Dirgantara Indonesia, Bandung, Jawa Barat. Helikopter yang akan dipersenjatai dengan peluncur roket FZ219 (buatan Belgia) dan senapan mesin FN Herstal 12,7 mm (Belgia) ini merupakan bagian dari 11 unit Fennec pesanan Kementerian Pertahanan beberapa tahun lalu.

Kedua helikopter diserahterimakan lima bulan lebih awal dari jadwal yang telah ditentukan. Demikian informasi yang diterima Angkasa dari pihak DI. “Kedua pesawat meninggalkan apron DI pukul 09:00 pagi tadi. Ferry flight dibantu penerbang-penerbang dari Skadron 12 Penerbad. Pesanan berikutnya akan diantar dalam waktu mendatang,” ujar Kepala Program Helikopter DI, Hadi Prasongko, Minggu pagi (15/1) kepada Angkasa.

(photo : A. Darmawan)

AS550/5 adalah lightweight/multipurpose helicopter untuk misi militer yang dikembangkan pabrik Eurocopter (kini Airbus Helicopter) dari basis AS350 Ecureuil. Dari ke-11 Fennec pesanan Kementerian Pertahanan untuk memperkuat pasukan udara TNI AD tersebut, lima unit berasal dari tipe AS550C3 (single engine) dan enam AS555AP (twin-engine). TNI AD juga membeli satu unit tambahan dari tipe AS350B3 Ecureuil (original utility).

Di antara helikopter-helikopter rakitan DI, AS 550/5 Fennec merupakan lansiran baru. Seperti diungkap Dirut DI Budi Santoso, heli-heli baru ini memang bikinan luar, tapi pesanan Kementerian Pertahanan yang dirakit pihaknya memungkinkan enjinir DI memperoleh pengetahuan, ketrampilan dan pengalaman dalam perancangan sistem internalnya. Dan, untuk ini DI berhak atas royalti dari property right-nya.

Skadron 12/Serbu sendiri merupakan satu dari lima kesatuan udara Puspenerbad yang dibentuk untuk misi serbuan dan mobilitas udara pasukan-pasukan TNI AD. Selain Skadron 12/Serbu, mereka juga memiliki Skadron 11/Serbu (bermarkas di Semarang, Jawa Tengah), Skadron 13/Serbu (Berau, Kalimantan Timur), Skadron 21/Sena (Pondok Cabe/Banten), dan Skadron 31/Serbu (Semarang/Jawa Tengah). Pesawat yang telah dimiliki Puspenerbad adalah NC212 serta heli NBO-103, NBell-412, Mi-17 dan Mi-35P.


Su-35 Atau MiG-35, Mana Yang Terbaik ?


JakartaGreater/(IMP) -- Pesawat tempur buatan Rusia adalah salah satu pesawat tempur terbaik di dunia, dan juga lebih murah dari pesawat tempur buatan AS. Dua pesawat tempur Rusia yang paling sering menghiasi pemberitaan media adalah Su-35 dan MiG-35, dua pesawat tempur yang terlihat memiliki peran dan kemampuan yang hampir mirip.

Sebenarnya keduanya memiliki kelebihan yang berbeda namun saling mengisi kekurangannya masing-masing.

Su-35 adalah pesawat tempur yang berukuran lebih besar dan merupakan jawaban Rusia untuk pesawat tempur siluman F-35. Su-35 memiliki jangkauan tempur yang lebih jauh dan persenjataan yang lebih baik, dan dapat berfungsi sebagai DPSA (deep penetration strike aircraft) atau pesawat tempur dengan kemampuan serangan jauh ke dalam wilayah musuh, sedangkan MIG-35 lebih murah dan sedikit lebih ringan, dengan spesialisasi sebagai pesawat intersep murni atau pesawat tempur tactical support.

MiG-35merupakan pengembangan dari MiG-29, bahkan dapat dikatakan merupakan versi upgrade dari MiG-29. Banyak negara pemilik MIG-29 yang terus melakukan upgrade pada armada MiG-29, sehingga mungkin menjadikan MiG-35 belum terlalu banyak peminatnya saat ini.

Su-35 adalah pesawat tempur generasi 4++ dan salah satu yang terbaik di dunia. Selain Rusia, Cina kini juga memiliki Su-35. Ini adalah pesawat tempur superioritas udara dan saling melengkapi dengan MiG-35.

India pernah menolak Su-35 dan lebih memilih pesawat tempur Rafale buatan Perancis. Andai terjadi konflik dengan China, Rafale mungkin akan berhadapan dengan Su-35 China dan masih harus dilihat mana yang terbaik antara Su-35 dan Rafale.

Foto : www.aviation-shots.com

MiG-29 India pernah menjadi pesawat tempur yang mengunci F-16 pakistan dengan rudal BVR (beyond visual range) selama konflik Kargil, menjadikan AS sangat mewaspadai MiG-29, dan kelak akan mengandalkan F-35 untuk mengatasinya.

Dalam pertempuran dan misi jarak jauh, Su-35 lebih unggul dibandingkan MiG-35, Su-35 sangat tepat melakukan serangan jauh ke dalam wilayah musuh dan menghancurkan target potensial di darat, tapi dalam pertempuran singkat dan jarak dekat, MiG-35 adalah jagonya.

Bisa dikatakan keduanya adalah sama-sama pesawat tempur generasi 4++ terbaik di dunia, hanya waktu nantinya yang akan menentukan siapa yang terbaik diantara keduanya.


us.blastingnews.com/JakartaGreater

Wednesday, August 31, 2016

2.000 Orang Terbunuh dalam Perang Narkoba di Filipina


REPUBLIKA/(IMP), MANILA -- Jumlah pembunuhan terkait narkoba di Filipina telah mencapai 2,000 jiwa. Hal itu terungkap dalams ebuah laporan yang dirilis Selasa (30/8).

Sejak terpilih dua bulan lalu, Presiden Filipina Rodrigo Duterte telah berjanji untuk menghapus perdagangan narkoba lewat jalur keras.

Kepolisian Nasional Filipina menyatakan, hampir 900 pengedar narkoba dan pengguna tewas dalam operasi polisi sejak 1 Juli hingga 20 Agustus. Rata-rata 20 orang tewas tiap harinya.

Sekretaris komunikasi Duterte, Martin Andanar menyebutkan memberantas narkoba layaknya perang, maka pasti akan ada korban jiwa. "Beberapa orang di luar negeri harus memahami mengapa banyak orang yang terbunuh dalam kampanye anti-narkoba ini. Mereka harus memahami, ini adalah perang dan pasti ada korban," kata Andanar.

Duterte menerima banyak dukungan rakyat atas kebijakannya. Tapi jumlah korban terbunuh sejak kemenangannya telah membuat khawatir kelompok-kelompok hak asasi dunia serta menimbulkan kecemasan dari Amerika Serikat, sekutu dekat Manila.

Pemerintah AS mengatakan pada Senin (29/8), Presiden AS Barack Obama akan bertemu Duterte di Laos pada 6 September mendatang. Pertemuan itu rencananya akan membicarakan masalah keamanan serta hak asasi manusia (HAM).

Sebelumnya, bidang HAM Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) telah mendesak pemerintah Duterte untuk berhenti menggunakan kekerasan dalam memerangi kejahatan narkoba di Filipina. Tapi desakan tersebut ditanggapi dingin oleh Duterte yang malah mengancam akan keluar dari PBB.


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...