Showing posts with label Latihan Gabungan TNI. Show all posts
Showing posts with label Latihan Gabungan TNI. Show all posts

Saturday, May 18, 2013

TNI Hujankan Ratusan Peluru Artileri Medan ke Benteng Pertahanan Musuh

Para prajurit Batalyon Armed 12/105 yang tergabung dalam Latihan Gabungan (Latgab) TNI 2013 menghujankan ratusan peluru Artileri Medan berkaliber 105 Mm, ke benteng pertahanan musuh yang telah mencengkeram wilayah Kaubun, Kabupaten Kutai Timur, Jumat (17/5).

(IMP) -- Menurut Komandan Batalyon Artileri Medan 12/105 Letkol Arm Putranto Gatoto, S.H., pihaknya terpaksa membombardir wilayah Kaubun, karena di wilayah tersebut telah terdeteksi adanya Artileri Medan musuh yang telah berupaya untuk menggagalkan pasukan TNI lainnya yang tergabung dalam Komando Tugas Darat Gabungan (Kogasratgab) dalam melaksanakan siaga fajar.


Berikut ini percaturan Kogasratgab dalam melancarkan siaga fajar serta skenario penembakan dengan menggunakan 6 pucuk senjata berat berkaliber 105 Mm tersebut.

Batalyon Tim Pertempuran (BTP) 509 bergerak menuju Titik Berkumpul (TB) Serangan Permukiman (Sermukim) Garis Taraf (GT) 2 di Karvak 9313.

Kegiatan bekal ulang kepada satuan manuver dilakukan di GT 1 poros kanan yakni BTP 515 dan Kompi Mekanis di Karvak 9709. Sementara itu Yonif 1 Marinir bergerak ke Daerah Persiapan (DP) Aju.

Dari udara, Bantuan Tembakan Udara (BTU) 4 pesawat Hawk dengan 8 bom jenis MK-82 menembak sasaran Meriam 105 musuh selama 10 menit di kordinat 86778-15788 dan 87043-15153.

Untuk melindungi satuan manuver dalam melaksanakan konsolidasi, Batalyon Armed 12/105 pimpinan alumnus Akmil 1996 tersebut memberikan bantuan tembakan 90 butir peluru yang terdiri dari 12 butirWhite Phospor (WP) dan 27 butir High Exclusive (HE) ke arah sasaran di kordinat 87402-15370.


Setelah BTP 509 tiba di TB Sermukim dan Yonif 1 Marinir melaksanakan konsolidasi tindakan taktis administrasi di DP aju serta Kompi Mekanis bergerak menuju TB Sermukim BTP 509, selanjutnya BTP 509, Yonif 1 Marinir, dan Kompi Mekanis melaksanakan pengintaian di sasaran Sermukim.

Sementara itu, pada malam harinya, Kompi C Yonif 1 Marinir terus melaksanakan Pendaratan Kusus (Ratsus) untuk merebut sasaran di pulau Senupak.

Seluruh kejadian tersebut merupakan bagian dari drama perang-perangan TNI yang bertajuk Latgab TNI 2013, yang digelar di-4 tempat, yakni di Asembagus, Situbondo, Jatim, di Sangatta, Kutai Timur, Kaltim, di Tarakan, Kalimantan Utara, dan di Bima, NTB. Selain itu, untuk latihan perang laut juga telah dihelat di laut Jawa maupun di laut Sulawesi. 


(TNI)

Friday, May 10, 2013

TNI Gelar latihan Gabungan Terbesar Pada 2014


(IMP) -- Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono mengatakan bahwa TNI akan menggelar sebuah latihan terbesar dan terlengkap pada 2014 untuk mempertanggungjawabkan kepada rakyat Indonesia kekuatan yang dimiliki TNI saat ini.

"Kira-kira akhir September atau awal Oktober 2014 latihan tempur terlengkap dan terbesar digelar dengan menampilkan seluruh alutsista yang telah diadakan Kementerian Pertahanan dan TNI," kata Panglima TNI Agus Suhartono kepada pers di Sangatta, Kalimantan Timur, Kamis.

Sebelum memberikan keteranga pers, Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono menyaksikan Latihan Gabungan TNI di Sekerat, Kecamatan Bengalon, Kutai Timur Kaltim, Kamis.

Menurut Panglima, tahun depan ada dua kegiatan latihan TNI yakni pertama Latihan Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC) tingkat Batalyon dan kedua latihan tempur gabungan tiga angkatan sebagai akhir dari kegiatan Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) Jilid II dan pertanggungjawaban TNI kepada rakyat.

"Semua peralatan militer dan kekuatan tempur akan menunjukkan kemampuannya kepada rakyat, sebagai wujud pertanggungjawaban pemerintah dan TNI kepada rakyat tentang alutsista yang telah diadakan sampai dengan 2014," katanya.

Menurut dia, tahun 2014 merupakan akhir dari masa tugas Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) Jilid II, maka salah satu agenda TNI adalah memperlihatkan seluruh kekuatan dan hasil pembangunan militer selama lima tahun terakhir.

Namun, kata Panglima, dalam membangun kekuatan pokok-pokok minimal itu belum bisa selesai semuanya sampai 2024. 

"40 persen dari program pembangunan kekuatan itu sudah selesai. Tentu ini tidak terlepas dari peran dan dukungan parlemen melalui Komisi I DPR RI," kata Panglima yang didampingi Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Marsetio dan Kepala Staf TNI Angkatan Udara Marsekal TNI Ida Bagus Putu Dunia.

TNI, kata Panglima, menyampaikan terima kasih dan apresiasi terhadap Komisi I DPR RI yang terus mendorong, mendukung pengadaan alutsista, sehingga bisa dilaksanakan sesuai dengan program pembangunan kekuatan menuju kekuatan pokok minimal.

"Pengadaan alutsista itu terus berjalan, tahun ini ada yang datang kemudian tahun depan juga datang. Itulah makanya perlu digelar latihan besar dan terlengkap sebagai salah satu bentuk pertanggungjawaban TNI terhadap rakyat dan bangsa Indonesia," katanya.

Anggota DPR RI Komisi I H. Tri Tamtomo, SH mengatakan pihaknya akan terus memberikan dorongan dan dukungan kepada Kementerian Pertahanan dan TNI dalam rangka memperkuat pertahanan negara kedepan.

"Komisi I DPR RI akan memberikan dukungan penuh bagi TNI untuk meningkatkan anggaran APBN 2014 dalam rangka memperkuat alutsista dan pertahanan negara," kata Politisi PDI Perjuangan yang juga hadir menyaksikan Latgab TNI di Kutai Timur, Kamis.


Thursday, May 9, 2013

Latihan Peran Temour KRI Lakukan Manuver


Bima, (IMP) -- Dua Unsur KRI jajaran Komando Armada RI Kawasan Barat (Koarmabar) jenis angkut Tank tipe Frosch KRI Teluk Gilimanuk-531 dan KRI jenis perusak kawal tipe parchim KRI Teuku Umar-385 melaksanakan manuver taktis dan melaksanakan kegiatan latihan peran tempur di Piabung Lampung menuju daerah latihan di perairan Bima, Kamis (8/5/2013).

Latihan tersebut dalam rangka menghadapi bahaya udara dan bahaya kapal permukaan dengan melaksanakan kegiatan peran–peran tempur guna meningkatkan kesiapan pengawak unsur KRI dalam menghadapi peperangan di laut.

Kedua kapal pengangkut pasukan marinir dari Markas Komando Brigif 3 Marinir bergerak melaksanakan lintas laut menuju daerah operasi dalam latihan gabungan TNI 2013 dengan tugas melaksanakan pendaratan khusus di perairan Bima Nusa Tenggara Barat.

Selain itu meningkatkan kesiapan stamina prajurit marinir dengan kekuatan setingkat batalyon dalam melaksanakan tugas pendaratan khusus dalam rangka mendukung keberhasilan kegiatan operasi gabungan dalam Latgab TNI 2013.

KRI Teluk Gilimanuk-531 dengan komandan Mayor Laut (P) Erry Pratama Yoga, S.E yang sehari-hari dibawah pembinaan satuan Amfibi Koarmabar dan KRI Teuku Umar-385 dengan Komandan Letkol Laut (P) Rubyantoro yang sehari-hari dibawah pembinaan Satuan Kapal Eskorta Koarmabar.


Wednesday, May 8, 2013

Operasi Senyap TNI di Tarakan


Tarakan, (IMP) -- Satu persatu Pasukan Khusus TNI terjun bebas dari ketinggian 6000 feet menggunakan pesawat Hercules C-130, berhasil mendarat di wilayah musuh yang terletak di daerah Juwata Pasir untuk mengambil alih kendali beberapa obyek vital yang dikuasai musuh di Tarakan Kalimantan Utara, Selasa (7/5/2013). Demikian rilis yang dikirim ke redaksi Tribunnews.com.

Operasi Senyap yang dilaksanakan oleh Pasukan Khusus TNI tersebut melibatkan 60 personil, terdiri dari 20 personil Sat-81 Gultor Kopassus TNI AD, 20 personil pasukan Khusus Detasemen Jala Mangkara (Denjaka) TNI AL dan 20 personil pasukan khusus Detasemen Bravo (Denbravo) TNI AU.


Keberhasilan pendaratan personil Pasukan Khusus TNI di daerah Tarakan tak lepas dari peran serta Tim Kendali Depan Operasi Linud (KDOL) yang terjun sehari sebelumnya untuk memandu dan menyiapkan Dropping Zone penerjunan OP3U Kogasudgab di Tarakan dan operasi Lintas Udara (Linud) di Sangatta untuk membentuk tumpuan udara di daerah musuh.

Pasukan Khusus yang diterjunkan TNI di wilayah Tarakan mengemban tugas yang sangat penting, yaitu harus mampu merebut dan menguasai beberapa obyek vital di Tarakan yang telah dikuasai musuh. Detasemen 81 Gultor Kopassus bertugas untuk mengambil alih Stasiun Televisi Republik Indonesia (TVRI), sedangkan Denjaka bertugas untuk mengamankan Pelabuhan Malundung yang telah dikuasai musuh, sementara itu Denbravo bertugas untuk mengamankan Satuan Radar (Satrad) 225.


Setelah menguasai sasaran masing-masing, beberapa personil Pasukan Khusus TNI yang terdiri dari Gultor Kopassus, Denjaka dan Denbravo masih memiliki tugas lain yaitu mengambil alih radar yang berada di bandara Juwata Tarakan dan melumpuhkan Penangkis Serangan Udara (PSU) guna mempermudah pendaratan pasukan Operasi Perebutan Pertahanan Pangkalan Udara (OP3U).

Setelah radar bandara Juwata dikuasai dan senjata PSU dilumpuhkan, tahap selanjutnya adalah penerjunan Batalyon Perebutan Pangkalan (Yonbutlan) OP3U Paskhas menggunakan lima pesawat Hercules C-130 dengan mengangkut 210 personil Paskhas TNI untuk merebut dan menguasai bandara Juwata Tarakan. Aksi baku tembak antara pasukan OP3U Paskhas dan pihak musuh tidak dapat dihindari ketika merebut bandara Juwata, namun profesionalitas prajurit TNI dalam berperang dengan mudah dapat melumpuhkan lawan dan mengambil alih bandara.


Bandara Juwata berhasil direbut dan dikuasai, selanjutnya Tim Pengendalian Pangkalan Paskhas TNI menyiapkan pendaratan dua Hercules C-130 untuk mengangkut satu Bateray Pertahanan Udara Pashkas dan beberapa peralatan seperti 1 kendaraan Smart Hunter, 1 Meriam Triple Gun dan 10 rudal QW-3.

Latihan tersebut disaksikan langsung Kasum TNI Marsdya TNI Boy Sahril Qamar selaku Direktur Latihan Gabungan TNI 2013 didampingi Dankodiklat TNI Mayjen TNI Chaidir S. S., selaku Wadirlatgab TNI dan beberapa pejabat TNI yang terlibat dalam Latgab TNI 2013.


Kegiatan ini merupakan rangkain Latihan Gabungan TNI 2013 yang dilaksanakan di berbagai wilayah di Indonesia seperti Asembagus Situbondo Jawa Timur, Sangatta Kalimantan Timur, Tarakan Kalimantan Utara dan Bima Nusa Tenggara Barat.


Monday, May 6, 2013

Sukhoi dan F-16 Disiagakan untuk Latgab TNI


Jakarta, (IMP) -- Sejumlah pesawat tempur milik TNI Angkatan Udara yang berada di Lanud Balikpapan dan Lanud Sultan Hasanuddin Makassar, seperti Sukhoi, F-16 dan Hawk disiagakan dalam rangka Latihan Gabungan (Latgab) TNI tahun 2013 yang berlangsung hingga 29 Mei 2013.

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Udara Kolonel Pnb S Bambang Supriyadi di Jakarta, Senin, mengatakan di Lanud Balikpapan disiagakan satu "flight" Hawk 109/209 dari Skadron Udara 12 Lanud Rusmin Nurjadin Pekanbaru dan satu "flight" F-16 Fighting Falcon Skadron Udara 3 Lanud Iswahjudi Madiun serta satu flight SU-27/30 Sukhoi di Lanud Sultan Hasanuddin Makassar.

Menurut Supriyadi, tiga jenis pesawat tersebut ditugaskan untuk berpatroli di wilayah udara Kalimantan Timur hingga Sulawesi Utara serta wilayah Sumbawa.

TNI AU tidak saja melibatkan pesawat tempurnya, namun melibatkan pula sejumlah pesawat angkut seperti Hercules, CN-235 dan Casa 212.

Supriyadi mengatakan, pesawat Hercules C-130 dari Skadron Udara 31 Lanud Halim Perdanakusuma dan Skadron Udara 32 Lanud Abdurachman Saleh untuk menerjunkan pasukan. Selain itu, dikerahkan pesawat angkut Intai Boeing 737-200 dan CN-235 Patmar Skadron Udara 5 Lanud Sultan Hasanuddin, Casa 212 Skadron Udara 4 Lanud Abdurachman Saleh.

Supriyadi menambahkan, pihaknya juga melibatkan pesawat helikopter dari Skadron Udara 7 dan 8 Lanud Atang Senjadja, EC-120 Cilobri Skadron Udara 7 Lanud Suryadarma serta pesawat angkut VIP.

Dalam latgab TNI itu, dengan menggunakan pesawat Hercules C-130 TNI AU, 38 prajurit TNI yang terbagi dalam dua tim Pasukan Khusus TNI berhasil memasuki daerah Sangatta Kalimantan Timur dan Juwata Tarakan Kalimantan Utara yang dikuasai oleh musuh untuk melaksanakan terjun Kendali Depan Operasi Linud (KDOL).

Penerjunan Pasukan Khusus TNI di daerah Sangatta dan Tarakan ini merupakan rangkaian kegiatan Latihan Gabungan (Latgab) TNI 2013 yang dilaksanakan di berbagai wilayah di Indonesia seperti Asembagus Situbondo, Jawa Timur, Sangatta Kalimantan Timur, Tarakan, Kalimantan Utara dan Bima, Nusa Tenggara Barat.


Saturday, May 4, 2013

LATGAB TNI 2013; Presiden SBY Sampaikan Taklimat Operasi Amfibi dari KRI Makassar-590

Tank LVT-7A1 yang dinaiki Presiden SBY dan Wapres Budiono menerobos ombak pantai Banongan, Situbondo, Jawa Timur

ARMATIM (3/5), (IMP) -- Presiden Republik Indonesia Dr. H Susilo Bambang Yudoyono (SBY) selaku Panglima Tertinggi TNI memerintahkan seluruh kekuatan TNI agar merebut kembali wilayah kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang dikuasai musuh agar kembali kepangkuan Ibu Pertiwi. Perintah tersebut disampaikan Presiden SBY melalui Taklimat yang disampaikan dari Kapal Perang Republik Indonesi (KRI) Makassar-590. 


Demikian skenario latihan umum dalam Latihan Gabungan TNI 2013 yang berlangsung di perairan Laut Jawa, Jumat, (3/5). Taklimat Panglima Tertinggi TNI itu disiarkan langsung dari KRI Makassar-590, yang diakses radio komunikasi seluruh unsur kapal perang yang tergabung dalam Komando Tugas Gabungan Amfibi (Kogasgabfib) dalam rangka Latihan Gabungan (Latgab) TNI tahun 2013. Dalam sekejap puluhan tank amfibi dan pasukan Marinir dimuntahkan dari dalam lambung KRI Makassar-590, KRI Surabaya-591, KRI Teluk Penyu-513 dan KRI Teluk Banten-516.


Pendaratan Pasukan, Sejumlah tank amfibi dari Resimen Kavaleri Korps Marinir TNI AL melakukan pendaratan pada di Pantai Banongan, Situbondo, Jumat, 3 Mei 2013

Pendaratan pasukan Marinir diawali dengan sabotase peladakan benteng pertahanan musuh oleh tim gabungan Pasukan Khusus (Pasus) TNI, disusul suara dentuman meriam Bantuan Tembakan Kapal (BTK) laut oleh meriam kapal-kapal perang kombatan yang tergabung dalam Komando Tugas Gabungan Laut (Kogasgabla).

Gelombang pertama pendaratan, Tank LVT-7A1 yang dinaiki Presiden SBY dan Wapres Budiono menerobos ombak pantai Banongan, Situbondo, Jawa Timur, kemudian diikuti gelombang pendaratanTank BMP-3F, Tank BVP-2, Tank BTR-57 Kendaraan Amfibi Pengangkut Artileri (KAPA) dan kapal pendarat angkut personil Landing Craft Utility (LCU) KRI Makassar dan KRI Surabaya.

Setelah mencapai pantai pendaratan persenjataan tempur Marinir berupa Meriam Howitzer 105 mm serta kendaraan peluncur roket multi laras RM-70 Grad melakukan tembakan penghancuran dengan sasaran yang berada di sekitar T-12. Pada kesempatan itu Presiden SBY dan Wapres Budiono didampingi menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono serta para pejabat tinggi TNI dan sejumlah Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II serta DPR menyaksikan lansung dari menara tinjau Puslatpur Marinir Asembagus.



Setelah itu, diterjunkan 1.000 pasukan Lintas Udara Brigade Lintas Udara 18 Kostrad dan Pasukan Khas TNI AU. Penerjunan dilakukan oleh 10 pesawat C-130 Hercules. Latgab TNI 2013 digelar di empat daerah yaitu Jakarta, Situbondo, Sangatta Kaltim dan Bima NTB, mengerahkan 16.745 prajurit TNI dan ratusan alat utama sistem persenjataan (alutsista).


Selanjutnya Presiden RI beserta rombongan menuju daerah tinjau latihan Marinir di T-12 Karang Tekok menyaksikan manuver tempur darat dan udara. Puluhan Tank milik Marinir dan TNI AD serta senjata Artileri Medan (Armed) membombardir kawasan tersebut. Manuver tempur makin seru ketika unsur udara yang terdiri dari 5 pesawat Sukhoi SU 27/30, 5 pesawat Hawk SPO dan PBR, 5 pesawat F-16 serta 6 helikopter serbu Mi-17 milik TNI AD turut membombardir sasaran yang berada di sekitar Puslatpur Marinir Karang Tekok Tersebut.

Latihan Gabungan TNI Tahun 2013 merupakan bagian dari aplikasi strategi pertahanan negara Republik Indonesia yang bersifat defensif aktif, yang mengandung pengertian bahwa pertahanan negara tidak ditujukan untuk melancarkan agresi terhadap negara lain. Namun secara aktif menangkal, mencegah dan mengatasi segala bentuk ancaman yang ditujukan terhadap kedaulatan negara, keutuhan wilayah serta keselamatan bangsa. 

Tema Latgab TNI kali ini adalah "Komando Gabungan (Kogab) TNI melaksanakan Kampanye Militer di wilayah Kalimantan Timur dan Nusa Tenggara Barat Dalam Rangka Menegakkan Kedaulatan Serta Keutuhan NKRI".

Latihan ini melibatkan sebanyak 16.745 prajurit dan berbagi jenis Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista) TNI dari tiga matra, termasuk 42 kapal perang TNI AL, helikopter dan pesawat intai maritim TNI AL, puluhan Tank Amfibi, senjata artileri dan roket milik Marinir. TNI AD mengerahkan 14 Tank Scorpio, 5 Tank Stormer Apc dan 2 Stormer Co, 13 Tank AMX, 21 meriam, 12 Helikopter Mi-17, 12 Helikopter Bell dan 3 Bolcow. Sedangkan TNI AU melibatkan 5 pesawat Sukhoi SU 27/30, 5 pesawat Hawk SPO dan 5 Hawk PBR, 5 pesawat F-16, 11 pesawat C-130, 2 pesawat B-737 intai, 2 pesawat Cassa CN-212, 2 CN-235, 1 CN-235 MPA serta 6 helikopter.


(TNI/Satgaspen Latgab TNI/Dispenad/ANTARA)

Pesawat TNI AU Hancurkan Sasaran di Asembaris


Situbondo, (IMP) -- Pesawat-pesawat tempur TNI AU yang terlibat dalam Latgab TNI berhasil menghancurkan target-target penembakan pada latihan Pra Latgab TNI yang di saksikan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono dan Wapres RI Budiono, Panglima TNI serta para pejabat teras TNI dan perwakilan Negara sahabat serta media di lokasi latihan Asembagus Situbondo, Jum’at (3/5). 

Pesawat-pesawat TNI AU ini berada dibawah Komando Tugas Udara Gabungan yang dipimpin Pangkoopsau II Marsda TNI Agus Supriatna dalam operasi udara mendukung Kampanye militer dibawah Komando Gabungan TNI. Kogasudgab membawahi lima Satgas yaitu Satgas Tempur, Satgas Dukungan Tempur, Satgas Paskhas, Satgas Hanud (Pertahanan Udara) dan Satgas Info untuk melaksanakan Operasi Informasi.

Kegiatan operasi udara dimulai pada pukul 06.15 empat pesawat Hawk dari Skadron Udara 1 Lanud Supadio Pontianak masing-masing membawa dua buah bom MK-82 (250 kg) melakukan Serangan Udara Langsung (SUL) pada sasaran di pantai Asembagus untuk memuluskan operasi pendaratan amfibi.

Pada pukul 06.35 empat pesawat Hawk dari Skadron Udara 12 Pekanbaru dengan bomb MK 82 melakukan Serangan Udara Langsung untuk mendukung penerjunan 600 personel TNI dalam operasi serbuan Linud (Lintas Udara) Gabungan. Penerjunan dilakukan pada pukul 06.45 yang terdiri dari 520 personel Kostrad dan 80 personel Paskhas TNI AU menggunakan 10 pesawat C-130 Hercules dari Skadron Udara 31 Lanud Halim Perdanakusuma dan Skadron Udara 32 Lanud Abdurachman Saleh Malang.

Pukul 09.30 pesawat Boeing 737 Intai Strategi Skadron Udara 5 Lanud Sultan Hasanuddin Makassar melakukan pengintaian pada sasaran yang disusul dengan penembakan oleh pesawat-pesawat tempur terdiri dari empat F-16 masing-masing membawa rudal canggih AGM 65G “Maverick”, dilanjutkan dengan pemboman area oleh empat SU-27 yang masing-masing membawa 18 bomb OFAB 100-120 dan dikawal oleh dua pesawat F-5 Tiger yang membawa rudal udara ke udara AIM-9 “Sidewinder”.

Sebagai penutup tiga pesawat terbaru TNI AU EMB 314 Super Tucano yang menggotong Bom MK-82 melakukan Bantuan Tembakan Udara (BTU) pada pasukan darat gabungan dengan ketepatan perkenaan yang mengagumkan.


Dalam latihan gabungan ini, untuk pesawat tempur seperti F-16 Fighting Falcon, F-5 Tiger, SU 27/30 Sukhoi dan Hawk 100/200 Take off dan Landing dari Lanud Iswahjudi Madiun yang merupakan Markas Komando Satuan Tugas Tempur (Satgaspur), sedangkan pesawat tempur taktis terbaru TNI AU yaitu EMB 314 Super Tucano Take off dan Landing dari Lanud Abdurachman Saleh Malang. Sementara dua pesawat helikopter NAS-332 dan satu SA-330 Puma melakukan SAR tempur yang dikawal dua pesawat Hawk 100/200 Skadron Udara 1 “Elang Khatulistiwa” Lanud Supadio.

Dalam mendukung Latgab TNI tahun 2013, TNI AU menyiapkan 62 pesawat yang merupakan 91% dari sasaran kesiapan yang meliputi pesawat tempur SU-27/30 Sukhoi, F-16 Fighting Falcon, F-5 Tiger, Hawk 100/200, EMB-314 Super Tucano. Pesawat Intai B-737 Patmar, Pesawat angkut C-130 Hercules, B-737 VIP, Fokker-28, CN-235, C-295, C-212 Aviocar, pesawat helicopter terdiri dari SA-330 Puma, NAS-332 Super Puma dan EC-120 Colibri sebagai pesawat dukungan VIP dan SAR Tempur.


Wednesday, May 1, 2013

Jelang Latgab TNI, Ranpur Embarkasi ke KRI


PUSPEN TNI, (IMP) -- Menjelang Latihan Gabungan (Latgab) TNI tahun 2013 yang akan digelar dalam waktu dekat ini, unsur-unsur Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) yang berada di jajaran Koarmatim mulai melaksanakan embarkasi kendaraan tempur (Ranpur) termasuk material dan personil, beberapa diantaranya adalah KRI Makassar-590 dan KRI Surabaya-591, di Koarmatim, Surabaya, Selasa (30/4).

Dalam kesempatan tersebut, Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono, S.E., didampingi Kasal Laksamana TNI Dr. Marsetio, Kasum TNI, Dankodiklat, Pangarmatim, Pangdam V/Brw serta pejabat tinggi yang terlibat Latgab TNI 2013 melaksanakan peninjauan ke kedua kapal tersebut dalam rangka memeriksa kesiapan material tempur menjelang latihan umum Latgab TNI di Asembagus Situbondo, Jawa Timur.

Dalam peninjauan ini, Panglima TNI juga mengecek kesiapan pengamanan dan protokoler Presiden dan Wakil Presiden yang rencananya akan bertolak dari Koarmatim. Peninjauan ini untuk memastikan kesiapan dua kapal perang ini dalam menyambut kedatangan RI 1 dan RI 2 dalam rangka Lintas Laut (Linla) menuju Situbondo. untuk menyaksikan jalannya Latihan Gabungan TNI tahun ini.

Kapal jenis Landing Platform Dock ini menjadi salah satu kapal angkut material perang milik Marinir TNI AL berbagai jenis Tank Amfibi seperti LVT-7A1 (Landing Vehicle Track),BMP-3F (Boyevaya Mashina Pyekhota), BTR-50 (Browne Transporter), BVP-2 (Bojove Vozidlo Pechoty), Kendaran Amfibi Pengangkut Artileri (Kapa) K-6, serta Roket Multilaras RM 70 Grad.

Kapal-kapal perang tersebut terlibat Latgab TNI tahun 2013 dibawah kendali operasi Komando Tugas Gabungan Amfibi (Kogasgabfib), yang memilki beberapa tugas pokok diantaranya mengangkut material tempur dan pasukan serta mendukung pendaratan pasukan pendarat Marinir melalui laut maupun pendaratan lintas heli.

Dalam kesempatan tersebut, Markas Komando Armada RI Kawasan Timur (Koarmatim) juga melaksanakan pertahanan pangkalan dari bahaya serangan udara pesawat musuh, gelar pertahanan pangkalan tersebut merupakan salah satu rangkaian kegiatan Latihan Gabungan TNI Tahun 2013 dan uji kekuatan pertahanan pangkalan (Hanlan) di Koarmatim.

Dalam Latihan tersebut Satuan Tugas Pertahanan Pangkalan Latihan Gabungan TNI tahun 2013, melibatkan tiga Unsur Tugas (UT) yaitu unsur tugas Pertahanan Laut (Hanla), Pertahanan Darat (Hanrat), dan Pertahanan Udara (Hanud). Persenjataan yang dipakai dalam latihan ini antara lain empat meriam 57 mm, satu meriam 20 mm dan satu rudal mistral anti udara.


(TNI)

Friday, April 26, 2013

Unsur Perang KOARMABAR Laksanakan Manuver Taktis


JAKARTA, (IMP) -- Unsur-unsur Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) jajaran Komando Armada RI Kawasan Barat (Koarmabar) yang terlibat dalam Latihan Gabungan (Latgab) TNI 2013 melakukan berbagai macam materi latihan diperairan Laut Jawa dalam pelayaran lintas laut menuju pangkalan aju Surabaya. 

Unsur KRI jajaran Koarmabar yang berjumlah sembilan kapal perang berbagai jenis terebut berasal dari Satuan Kapal Eksorta Koarmabar (Satkorarmabar) dengan empat kapal perang type parchim, Satuan Kapal Amfibi Koarmabar (Satfibarmabar) dengan dua KRI type frosch dan Satuan Kapal Cepat Koarmabar (Satkatarmabar) dengan tiga KRI type Kapal Cepat Rudal (KCR) yang merupakan kapal produksi dalam negeri, masing-masing KRI Clurit-641, KRI Kujang-642 dan KRI Baladau-643. 

Kapal-kapal perang jajaran Koarmabar tersebut bertolak dari dermaga JITC Tanjung Priok Jakarta menuju Pangkalan Angkatan Laut di Surabaya dalam rangka kesiapan akhir bersama unsur-unsur dari Koarmatim, dan Kolinlamil. Selanjutnya unsur-unsur tersebut akan menuju daerah latihan untuk melaksanakan manuver lapangan di Asem Bagus, Sanggata dan Bima. 

Saat melakukan lintas laut kapal-kapal perang tersebut kembali melaksanakan berbagai macam latihan diantaranya latihan komunikasi antar kapal perang, latihan formasi kapal serta latihan peran-peran mulai dari latihan peran tempur sampai latihan peran kebakaran. 

Unsur-unsur kapal perang jajaran Koarmabar yang terlibat dalam Latgab TNI 2013 tersebut nantinya akan tergabung dalam Komando Tugas Laut Gabungan (Kogaslagab). 

Dalam latihan Latgab TNI 2013 unsur-unsur KRI yang tergabung dalam Kogaslagab dibawah pimpinan Panglima Kogaslagab (Pangkogaslagab) Laksamana Pertama (Laksma) TNI Tri Wahyudi Sukarno, S.E., yang sehari-harinya menjabat sebagai Komandan Gugus Tempur Laut Koarmabar.


Monday, April 15, 2013

Latihan Gabungan TNI 2013 Akan Uji doktrin Baru

(FOTO ANTARA/Seno S)

Latihan Jelang Latgab Dua tank Amfiibi melakukan pendaratan dalam "Latihan Parsial III Operasi Amfibi 2013" di Pantai Banongan, Asembagus, Situbondo, Jawa Timur, Rabu (27/3). Sekitar 2.000 prajurit Marinir melakukan pendaratan dalam latihan parsial menjelang latihan gabungan TNI, Mei mendatang.


Jakarta, (IMP) -- TNI akan menggelar Latihan Gabungan Tingkat Divisi 2013 di Pantai Asembagus, Jawa Timur, dan area latihan militer Sangatta, Kalimantan Timur, pada 2-24 Mei nanti.

"Akan ada pengujian beberapa doktrin baru, terkait sistem persenjataan baru yang kami miliki," kata Panglima TNI, Laksamana TNI Agus Suhartono, di Jakarta, Senin.

Bersama Kepala Staf TNI AU, Marsekal TNI Putu Dunia, Kepala Staf TNI AL, Laksamana TNI Marsetio, dan Wakil Kepala Staf TNI AD, Letnan Jenderal TNI Moeldoko, di apron Skuadron Udara 2 TNI AU, Pangkalan Udara Utama Halim Perdanakusuma, Jakarta, dia meninjau persiapan akhir menuju latihan gabungan mandala yang dilaksanakan empat tahun sekali itu.

Latihan gabungan mandala ini akan melibatkan 16.745 personel TNI dari berbagai satuan dan matra. Kepala Staf Umum TNI, Marsekal Madya TNI Daryatmo, menjadi direktur latihan dengan Panglima Kostrad, Letnan Jenderal TNI Muhammad Munir, sebagai panglima komando dan staf gabungan latihan mandala itu. 

Selepas upacara pembukaan latihan ini, kontingen demi kontingen pasukan dari berbagai satuan dan matra TNI yang dilibatkan dalam latihan perang gabungan ini akan diberangkatkan. Tahun kemarin, latihan komposit dari masing-masing matra TNI telah dilakukan dan dievaluasi.

Menurut Suhartono, "Kehadiran sistem kesenjataan baru tentu mengubah sebagian atau keseluruhan doktrin tempur dan perang yang ada. Ini juga yang akan diketahui di lapangan secara persis dalam latihan gabungan ini."

Dia mencontohan, sebagian kapal-kapal pendarat pasukan dari TNI AL merupakan generasi baru. Kecepatannya bisa lebih tinggi ketimbang kapal pendarat tank (LST - Landing Ship Tank). "Jadi kapal pengangkut pasukan pendarat tidak usah lagi terlalu dekat ke pantai kawasan yang akan direbut dan diduduki karena bisa menambah resiko," kata Suhartono. 

Dari sisi pertempuran udara, sekarang ada EMB-314 Super Tucano yang dipersenjatai. Kegunaannya hampir sama dengan OV-10FBronco dari generasi sebelumnya, yang dia gantikan; sama-sama turboprop multi fungsi dengan salah satu fungsi pengintaian udara dan serbu udara-darat jarak dekat serta payung udara pasukan infantri.

"Tentang ini tidak terlalu banyak perubahan doktrin, karena kegunaannya mirip-mirip. TNI AU punya pengalaman baik tentang ini," katanya.

Menurut rencana, Presiden Susilo Yudhoyono dan sejumlah pejabat terkait serta anggota DPR akan melihat secara langsung pelaksanaan latihan itu. "Juga beberapa atase pertahanan negara sahabat yang kami undang," kata Suhartono.


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...