Showing posts with label Iran. Show all posts
Showing posts with label Iran. Show all posts

Saturday, August 9, 2014

ISIS Produk Amerika Agar Timur Tengah Bergolak

Hillary Clinton (Foto: istimewa)

(IMP) -- Mantan Menlu AS Hillary Clinton membuat pernyataan yang mengejutkan dunia. Hillary mengakui, gerakan Islamic State of Iraq and Suriah (ISIS) merupakan gerakan buatan AS guna memecah belah dan membuat Timur Tengah senantiasa bergolak.

Pernyataan Hillary tersebut, selain disiarkan berbagai media massa barat juga dilansir harian Mesir, Elmihwar. Rabu (6/8) lalu harian itu menuliskan bahwa Hillary menyatakan hal itu dalam buku terbarunya, “Hard Choice”.

Mantan Menlu di kabinet Obama masa jabatan pertama itu itu mengaku, pemerintah AS dan negara-negara barat sengaja membentuk organisasi ISIS demi memecah belah Timur Tengah (Timteng). Hillary mengatakan gerakan ISIS sepakat dibentuk dan diumumkan pada 5 Juni 2013.

“Kami telah mengunjungi 112 negara sedunia. Lalu kami bersama-sama rekan-rekan bersepakat mengakui sebuah Negara Islam (Islamic State/IS) saat pengumuman tersebut,” tulis Hillary.

Dalam buku tersebut juga diuraikan bahwa ‘negara Islam’ itu awalnya akan didirikan di Sinai, Mesir, sesuai revolusi yang bergolak di beberapa negara Timur Tengah. Semua, kata dia, berantakan saat kudeta yang digerakkan militer meletus di Mesir.

“Kami memasuki Irak, Libya dan Suriah, dan semua berjalan sangat baik. Namun tiba-tiba meletus revolusi 30 Juni-7 Agustus di Mesir. Itu membuat segala rencana berubah dalam tempo 72 jam,” ungkap istri mantan presiden AS, Bill Clinton, itu.

Hillary menambahkan, pihak barat sempat berpikir untuk menggunakan kekuatan. Persoalannya, Mesir bukanlah Suriah atau Libya, karena militer negara itu tergolong kuat. Selain itu, warga Mesir cenderung tidak pernah meninggalkan militer mereka. “Jadi, jika kami gunakan kekuatan melawan Mesir, kami akan rugi. Tapi jika kami tinggalkan, kami pun rugi,” tulis dia.


Monday, May 27, 2013

Peluncur Rudal Jarak Jauh Bikin AU Iran Tambah Pede


(IMP) -- Pasukan Angkatan Udara Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) telah dilengkapi dengan peluncur rudal jarak jauh dari permukaan ke permukaan. Menteri Pertahanan Iran Brigadir Jenderal Ahmad Vahidi dalam sebuah acara Ahad (26/5) mengatakan bahwa peluncur rudal tersebut dikembangkan secara kolektif oleh Kementerian Pertahanan Iran dan Divisi Angkatan Udara IRGC.

Vahidi lebih lanjut menyatakan bahwa kekuatan rudal Republik Islam hanya bersifat defensif dan digunakan untuk menjaga perdamaian dan dalam rangka pencegahan. "Sekarang, Kementerian Pertahanan, dengan menggunakan strategi kunci kepercayaan diri, kerja keras dan kemandirian, telah merancang dan memproduksi berbagai jenis senjata dan sistem militer di ruang angkasa, laut, udara, darat, serta bidang elektronik dan optik," kata Vahidi.

"Iran tidak ingin berperang dengan negara manapun dan tidak akan menjadi penyulut perang atau konflik, tetapi juga tidak akan mengizinkan segala bentuk agresi atau aksi konfrontatif [terhadap negara itu]," tambah Menhan Iran.

Ditegaskannya, Republik Islam akan memberikan balasan destruktif terhadap segala agresi musuh, yang akan membuat mereka menyesali tindakan mereka. Dalam beberapa tahun terakhir, Iran mengukir prestasi penting di sektor pertahanan dan mencapai swasembada dalam memproduksi peralatan dan sistem militer penting.


Tuesday, May 14, 2013

Pasdaran Iran Lengkapi Kapal Cepat dengan Roket Cruise Berjelajah 300 Km


Teheran, (IMP) -- Ketua Lembaga Antariksa Departemen Pertahahan Republik Islam Iran, Brigjen. Mehdi Farahi mengkonfirmasikan rencana penyerahan roket cruise dengan jelajah lebih dari 300 km kepada angkatan laut Sepah Pasdaran (IRGC).

Kepada FNA, Sayid Mehdi Farahi seraya mengisyaratkan pemberian sarana dan perlengkapan bersenjata departemen ini berupa senjata termasuk rudal dan roket kepada angkatan bersenjata menjelaskan, strategi dan mekanisme penggunaan perlengkapan serta senjata tersebut berada di atas pundak para komandan angkatan bersenjata.

Ia menambahkan, berbagai produksi termasuk roket dengan jelajah 300 km akan diserahkan kepada angkatan laut Sepah Pasdaran.

Farahi menekankan, dalam waktu dekat sejumlah senjata canggih dengan berbagai kemampuan istimewa berupa roket cruise akan diserahkan kepada angkatan laut Sepah Pasdaran.

Ketua Badan Antariksa Departemen Pertahanan Iran ini menandaskan, keakuratan serta jelajah roket baru ini lebih tinggi dibanding dengan roket dengan jelajah 300 km yang saat ini dimiliki Sepah Pasdaran.

Ia pun menekankan, roket ini dapat meningkatkan sistem pertahanan Iran di angkatan laut.

Menurut laporan FNA, roket cruise dari pantai ke laut dan dari permukaan ke permukaan dengan kemampuan khusus dalam menghadapi berbagai ancaman dapat diubah kemampuannya dan senjata canggih ini juga diserahkan kepada komandan angkatan bersenjata Iran.

Roket cruise yang juga dapat ditembakkan melalui kapal cepat dengan laju 60 km perjam. Sejumlah roket cruise yang telah dimiliki Iran seperti roket Zafar, Nasr, Nur, Qader dan Ghadir.


Friday, May 10, 2013

Iran Miliki Pesawat Siluman yang Tak Bisa Dideteksi Musuh


Teheran, (IMP) -- Iran meresmikan pesawat tak berawak baru, diberi nama Epic. Pesawat itu mampu melakukan pengawasan maupun misi serangan, kata kantor berita Mehr.
Menteri Pertahanan Iran Jenderal Ahmad Vahidi seperti dikutip mengatakan bahwa Epic, yang bisa terbang di ketinggian, adalah "pesawat siluman yang tidak dapat dideteksi oleh musuh."

Pada 18 April, Iran mengumumkan tiga model pesawat tak berawak lainnya, Throne, Hazem-3 dan Mohajer-B.

Throne, juga model siluman, memiliki jangkauan jarak jauh dan dilengkapi dengan peluru kendali dari udara-ke-udara, kata Jenderal Amir-Farzad Esmaili, komandan operasi anti-pesawat.


Hazem-3 (Solid) dan Mohajer-B (Migrator) adalah model "taktis dan tempur" yang juga mampu melakukan tugas pengintaian, kata jenderal.


Friday, March 15, 2013

Iran Sukses Uji Coba Rudal Jarak Dekat


(IMP) -- Angkatan Darat Iran berhasil melakukan uji tembak dua peluru kendali jarak dekat, dalam latihan militer di Kota Tengah Kashan, Kamis (14/3) waktu setempat.

Press TV melaporkan Rudal Nazeat 10 dan Fajr 5 secara efektif mencapai target yang ditetapkan dalam latihan.

"Tujuan latihan itu untuk meningkatkan kemampuan pertahanan satuan-satuan pasukan peluncur roket dan rudal," kata AD Iran dalam satu pernyataan.

Rudal Fajr 5 adalah roket artileri 333-mm dari permukaan ke permukaan dengan jangkauan 75 kilometer. Rudal Nazeat 10 adalah rudal balistik jarak menengah dengan jarak sekitar 100 kilometer.

Angkatan Bersenjata Iran sebelumnya menggelar latihan tiga hari, dengan kode Khatam al-Anbia, di provinsi barat daya Khuzestan pada 9 Maret.


(Republika/IMP)

Sunday, March 10, 2013

Iran Siap Uji Coba Tiga Rudal Baru


(IMP) -- Angkatan Darat Iran akan menguji tiga jenis rudal barunya dalam latihan perang yang akan digelar pada akhir tahun kalender berjalan Persia, yang berakhir pada 20 Maret mendatang. "Rudal-rudal yang telah menjalani tes laboratorium itu akan diuji tembak dalam manuver militer mendatang," kata Wakil Komandan Lapangan Angkatan Darat Iran, seperti dilansir kantor berita Irna.

"Jika disetujui oleh Staf Umum Angkatan Bersenjata Iran, latihan perang akan dilakukan di pusat Iran sebelum akhir tahun, "tegas Brigadir Jenderal Kiomars Heidari.

Dilaporkan, beberapa bagian dari unit rudal Angkatan Darat Iran akan digunakan dalam uji pertempuran besar dan taktik operasional. Selama beberapa tahun terakhir, Iran telah mencapai swasembada di bidang produksi sistem peralatan militer penting.

Republik Islam telah berulang kali meyakinkan negara lain, khususnya negara-negara tetangga, bahwa kekuatan militernya tidak menimbulkan ancaman bagi negara lain, sebab doktrin pertahanannya didasarkan pada pencegahan.

Pada tanggal 10 Februari lalu, Deputi Menteri Pertahanan Iran Brigadir Jenderal Mehdi Farahi mengatakan pasukan Iran telah berhasil memproduksi sejumlah peralatan militer penting buatan dalam negeri seperti rudal udara-ke-udara, Fakour, dan jet tempur F14. Versi terbaru dari rudal permukaan-ke-udara, Ra'd (petir), telah diuji pada 31 Desember 2012 lalu.


(Republika/IMP)

Monday, February 25, 2013

Iran Klaim Tembak Jatuh Satu "Drone"


TEHERAN, MINGGU. (IMP) - Pasukan Pengawal Revolusi Iran (IRG), Sabtu (23/2), mengklaim telah menembak jatuh satu pesawat pengintai asing tanpa awak (drone) dalam satu sesi latihan militer di Iran selatan. Informasi itu dirilis oleh kantor berita resmi Republik Islam Iran, IRNA.

”Kami telah berhasil menjatuhkan sebuah dronemusuh. Kasus seperti ini pernah terjadi sebelumnya di negara kami,” kata juru bicara militer, Jenderal Hamid Sarkheli, di Kerman, Iran tenggara, tempat latihan militer itu diselenggarakan.

IRG memulai latihan tiga hari mereka pada Sabtu. Latihan itu diberi sandi Nabi Besar (Great Prophet) 8. Namun, IRNA tidak menyebutkan secara rinci siapa pemilik pesawat pengintai tanpa awak (UAV) itu.

”Seluruh kesatuan memasuki medan tempur dengan dukungan tembakan udara dan artileri serta dukungan intelijen dari UAV dalam upaya menyerang sasaran dan langsung menembaknya,” kata Sarkheli kepada Fars.

Di Washington, seorang juru bicara Pentagon mengaku telah mendapat laporan soal jatuhnya drone di Iran itu. Namun, dia menegaskan, pihak Iran tidak menjelaskan klaim mereka jika UAV itu milik Amerika Serikat.

Dalam beberapa insiden sebelumnya, Iran mengklaim telah menembak jatuh, menangkap, dan menyita sejumlah drone AS. Awal Januari, media Iran merilis, otoritas negaranya telah menangkap dua miniatur UAV milik AS dalam 17 bulan terakhir.

Beberapa insiden berkaitan dengan drone selama lebih dari setahun ini meningkatkan ketegangan di Teluk, terutama saat Iran dan AS unjuk kemampuan militer dalam pertikaian sehubungan dengan program nuklir Iran yang dikecam Barat.

Pada Januari, Iran mengatakan, pesawat-pesawat ringan tak berawak, RQ-11 Raven, telah ditembak jatuh, termasuk RQ-170 Sentinel milik CIA dan tiga ScanEagle. Insiden itu terjadi antara Agustus 2011 dan November 2012. 


(REUTERS/AP/AFP/CAL)

Friday, February 15, 2013

Rusia dan Iran Makin Mesra, Ada Apa?


(IMP), TAHERAN -- Menteri Luar Negeri Iran, Ali Akbar Salehi dalam wawancaranya dengan radio nasional Rusia menyampaikan keinginan Republik Islam untuk meningkatkan kerja samanya dengan federasi Rusia di bidang antariksa.

IRNA melaporkan, Salehi yang berada di Moskow guna menghadiri sidang Komisi Kerjasama Iran-Rusia, dalam wawancaranya dengan Voice of Russia, menjelaskan kebijakan Republik Islam untuk bekerja sama di bidang antariksa dengan Rusia.

Salehi mengatakan bahwa program antariksa Iran telah lama dimulai dan Republik Islam telah memprioritaskan kerja sama di bidang ini dengan Rusia.

Dijelaskannya, "Kemampuan Iran di bidang produksi satelit terus meningkat dan Republik Islam hingga kini telah meluncurkan lima satelit ke luar angkasa dan orbit bumi. "Satelit pertama diproduksi di Rusia adapun satu satelit diproduksi secara kolektif oleh Iran dan Cina," tuturnya.

Menyinggung kemampuan Iran memproduksi satelit secara independen, Salehi mengatakan bahwa sejak 10 tahun lalu, Iran telah menjadi negara produsen satelit, meski demikian Tehran membutuhkan rudal yang tepat untuk membawa satelit itu ke orbit bumi.

(Republika/Antara)

Friday, January 4, 2013

Iran Sukses Uji Coba Rudal Qader

Uji Coba Rudal Qader

Rudal Qader siap ditembakan. (Foto: IRNA/Mohammadreza Alimadadi)


3 Januari 2013, Tehran: Angkatan Laut Iran sukses menguji coba rudal pertahanan pantai Qader (Sangat Kuat) saat latihan peperangan laut Velayat 91, Selasa (1/1).

Rudal Qader mudah dioperasikan, mampu melumatkan kapal perang hingga jarak 200 km, dikembangkan oleh teknisi dan ahli pertahanan Iran.

Rudal pertama kali dipamerkan ke publik pada parade militer September 2011.

Kementerian Pertahanan Iran telah mengirimkan rudal Qader ke Angkatan Bersenjata dan Korps Pengawal Revolusi Iran untuk meningkatkan kekuatan pertahanan maritim.





(foto: IRNA/Mohammadreza Alimadadi)

Thursday, January 3, 2013

Iran Klaim Tembak Jatuh Dua Pesawat Tak Berawak AS

Iran Tembak Jatuh Dua Drone Jenis RQ-11

www.boeing.ca


Boeing ScanEagle.


TEHERAN, KOMPAS.com — Iran, Rabu (2/1/2012), menyatakan telah menembak jatuh dua pesawat pengintai tak berawak jenis RQ-11 buatan AS dalam 15 bulan terakhir. Negara itu mengklaim telah menahan sebuah pesawat tak berawak (drone) jenis ScanEagle dan pesawat siluman RQ-170 Sentinel.

"Pasukan udara milik angkatan darat telah menembak jatuh dua drone jenis RQ-11," kata Laksamana Muda Amir Rastegari kepada televisi pemerintah dan kantor berita Fars. Ia menambahkan, militer sedang "meneliti" pesawat-pesawat tak berawak yang ditembak jatuh itu.

Ia menyatakan, pesawat pertama ditembak jatuh pada Shahrivar 1390 (sekitar Agustus-September tahun 2011) dan yang kedua pada Aban 1391 (Oktober-November 2012). Namun, ia tidak memberikan rincian tentang lokasi penembakan. Tidak ada bukti pula yang dibeberkan terkait klaimnya itu. 

Iran dalam klaimnya pada masa lalu soal penembakan terhadap sejumlah pesawat tak berawak AS menunjukkan sejumlah foto terinci tentang pesawat yang dirusak itu. Desember lalu, Teheran menyatakan telah menahan sebuah drone berukuran kecil AS, sebuah ScanEagle, di wilayah udara Iran di Teluk, tetapi Angkatan Laut AS membantahnya.

Setahun sebelumnya, Iran mengklaim menahan sebuah pesawat siluman tak berawak CIA yang lebih besar dan lebih canggih, yaitu RQ-170 Sentinel.

Pesawat jenis AeroVironment RQ-11 yang kata Rastegari telah ditembak jatuh itu merupakan sebuah drone kecil yang diluncurkan dengan tangan dan dikendalikan dari jarak jauh yang biasa digunakan intelijen militer AS. Pesawat itu juga digunakan oleh sejumlah sekutu AS. Pesawat jenis itu memiliki daya jangkau 10 kilometer dan bisa terbang dengan kecepatan 96 kilometer per jam selama 80 menit.

Rastegari mengumumkan hal itu setelah latihan enam hari Angkatan Laut Iran di Teluk Oman dan Selat Hormuz, yang merupakan lokasi perlintasan sepertiga dari minyak untuk pasar dunia. Sejumlah rudal darat ke udara ditembakkan sebagai bagian dari latihan itu. Demikian lapor sejumlah media Iran.


(AFP/Kompas)

Tuesday, January 1, 2013

Kemhan Iran Perkenalkan Hovercraft Tondar

Hovercraft Tondar Iran


1 Januari 2013, Jakarta: Iran meluncurkan hovercraft untuk kepentingan militer pada November lalu di Tehran. Hovercraft diberinama Tondar (Halilintar) dirancang dan dibangun oleh para ahli dari Kementerian Pertahanan.

Hovercraft Tondar dibuat dua jenis untuk kepentingan pertempuran dan misi transportasi.

Tondar dapat dilengkapi beragam persenjataan, termasuk roket, meriam dan sebagai sarana peluncur pesawat tanpa awak.



Iran mengklaim Tondar telah dilengkapi sistem khusus guna mengumpulkan informasi, dapat melakukan patrol di perairan Iran, operasi peperangan asimetrik, pengakutan pasukan dan peralatan militer, misi pengintaian jarak menengah di darat dan laut.

Menteri Pertahanan Iran Ahmad Vahidi mengatakan produksi massal Hovercraft Todar akan menaikkan kemampuan mobilitas dan operasional kekuatan Angkatan Laut.


(source: The Tehran Times/FARS/Hankam)

Iran Uji Coba Rudal dan Torpedo

Angkatan Laut Iran "berhasil" melakukan penembakan rudal jarak dekat dan menengah serta torpedo


Foto dokumentasi peluncuran misil darat-ke-laut jarak jauh bernama Qader (Kuasa) awal tahun lalu (REUTERS / Jame jamonline / Ebrahim Norouzi / Handout).
Teheran (ANTARA News) - Angkatan Laut Iran "berhasil" melakukan penembakan rudal jarak dekat dan menengah serta torpedo dalam pelatihan Angkatan Laut pada Senin (31/12).

Pada hari keempat pelatihan Angkatan Laut besar-besaran selama enam hari --yang diberi nama Velayat 91, atau Pengawal 91 dan dimulai pada Jumat (28/12) di perairan Iran selatan-- Angkatan Laut "berhasil" melakukan uji-coba penembakan versi mutakhir rudal buatan dalam negeri permukaan-ke-udara, Ra`d (Petir), demikian laporan Press TV, Senin, dengan mengutip keterangan seorang pejabat.

Juru Bicara pelatihan itu, Laksamana Muda Amir Rastegari, mengatakan versi terdahulu rudal Ra`d telah diubah oleh para ahli Angkatan Laut Iran dan dipasang di kapal perang.

Versi baru rudal Ra`d dapat menjangkau sasaran udara jarak-menengah, kata Rastegari pada Jumat.

Angkatan Laut Iran juga "berhasil" meluncurkan rudal jelajah jarak-dekat aslinya, yang diberi nama Nasr (Kemenangan), pada hari keempat pelatihan besar militer itu, kata Press TV.

Rudal jelajah Nasr, yang dapat menghancurkan kapal dengan bobot sampai 3.000 ton, dapat diluncurkan dari pangkalan di darat dan kapal militer di lepas pantai, kata Menteri Pertahanan Iran Ahmad Vahidi sebagaimana dikutip.

Vahidi kembali mengatakan kemampuan baru akan ditambahkan pada rudal itu dalam waktu dekat sehingga rudal tersebut juga dapat diluncurkan dari helikopter dan kapal selam, demikian laporan Xinhua.

Selain itu, Angkatan Laut Iran juga menembakkan torpedo baru yang mengenai dan menghancurkan sasaran selama hari keempat pelatihan Angkatan Lautnya, kata Press TV.

Rastegari mengatakan, "setelah keberhasilan sistem pertahanan pantai" dan mundurnya kapal musuh, kapal sub-permukaan Iran menyergap "pasukan musuh dan menghancurkan mereka dengan torpedo canggih".

Ia mengatakan satuan permukaan Iran "memburu kapal musuh sambil melancarkan serangan rudal berat terhadap pasukan musuh", kata laporan tersebut.

Sementara itu, satuan Angkatan Laut Iran pada Senin melakukan pelatihan penembakan-jatuh pesawat musuh, terutama Kendaraan Udara Tak berawak (UAV), selama pelatihan di perairan di bagian selatan negeri tersebut.

"Hari ini, pesawat tak berawak musuh menghadapi serangan sengit pasukan Angkatan Laut (Iran), yang gagah berani di laut dan pantai, sebelum mereka dapat memasuki posisi tentara sahabat dan akhirnya mereka diserang dan dihancurkan oleh rudal Misaq --yang ditembakkan dengan peluncur yang dipanggul," kata Rastegari sebagaimana dikutip.

Rastegari juga mengatakan pesawat tak berawak tempur dan pengintai sahabat juga menerobos posisi pasukan musuh dalam misi terpisah dan menyerang kapal mereka setelah mengumpulkan keterangan intelijen dalam misi pengintaian mereka, demikian laporan kantor berita Fars.

Pada Minggu, Komandan Satuan Penerbangan Angkatan Laut Iran, Laksamana Muda Alireza Nayyeri, mengatakan Angkatan Laut Iran telah mendorong dan meningkatkan kemampuan UAV buatan dalam negerinya.

Pelatihan Angkatan Laut oleh Republik Islam itu dilakukan di Selat Hormuz, Laut Oman, bagian utara Samudra Hindia, Teluk Aden dan Selat Bab-el-Mandeb.

(C003/Antara)
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...