Showing posts with label Israel. Show all posts
Showing posts with label Israel. Show all posts

Saturday, March 28, 2015

AS Buka Dokumen Rahasia, Israel Terbukti Kembangkan Senjata Nuklir


(IMP) -- Hubungan Amerika dan Israel berada di titik terendah. Bahkan diam-diam Pentagon merilis dokumen rahasia mengungkapkan tentang program nuklir Israel. Sebuah program yang selama ini ditolak dan dibantah oleh Israel.

Awal bulan ini, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menerima undangan kontroversial untuk berbicara di hadapan Kongres AS dan memperingatkan tentang "bahaya nuclearized Timur Tengah dan konsekuensi mengerikan untuk seluruh umat manusia.”

Pidato diterima dengan baik bahkan penuh tepuk tangan. Bahkan mengalahkan Presiden Obama.

Entah kebetulan atau tidak pidato Netanyahu bertepatan dengan keputusan Pentagon untuk menyingkap sebuah dokumen rahasia yang membuktikan bahwa meskipun selama ini sangat keras tentang program nuklir negara lain, Israel justru telah menjadi tuan rumah dari senjata tersebut.

Dalam laporan setebal 386 halaman, berjudul “Critical Technological Assessment in Israel and NATO Nations,” dan dikutip Ria Novosti Jumat 27 Maret 2015 disebutkan tentang data pada 1987 dan rincian penting pada program nuklir Israel tidak pernah diakui.

“[Israel] mengembangkan jenis kode yang akan memungkinkan mereka untuk membuat bom hidrogen,” bunyi laporan Departemen Pertahanan tersebut. “Artinya, kode yang detil fisi dan fusi proses pada tingkat mikroskopis dan makroskopis.”

Bahkan laporan ini menyebutkan kemampuan nuklir Israel hampir sejajar dengan kemampuan yang ada di Laboratorium Nasional Amerika dan menyebut laboratorium Israel “setara” dengan instalasi nuklir AS di Los Alamos, Lawrence Livermore, Oak Ridge dan.

Los Alamos, adalah tempat di mana Robert Oppenheimer melakukan sebagian besar percobaan Proyek Manhattan.”Sejauh teknologi nuklir Israel kira-kira sama dengan kemampuan AS di sekitar 1955-1960,” tulis laporan itu.

Dokumen Pentagon juga menyatakan bahwa 28 tahun yang lalu, Israel sudah seperti maju dalam pengembangan nuklir sebagai Amerika Serikat telah lama setelah pengujian bom hidrogen pertama.

Momentum rilis dokumen tentu membawa kecurigaan karena situasi hubungan Israel dan AS yang sedang tidak romantis seperti biasanya. Israel mengecam Obama yang dianggap terlalu mengakomodasi program nuklir Iran.

Sebenarnya tiga tahun lalu seorang wartawan AS di bawah Freedom of Information Act telah mengajukan permintaan tentang data tersebut. Namun direspons lambat oleh Pentagon. Padahal putusan oleh hakim Pengadilan Negeri telah memerintahkan Departemen Pertahanan untuk memenuhi tuntutan tersebut.

Sebuah laporan Wall Street Journal yang diturunkan pada Selasa 24 Maret 2015 juga menuduh Israel sedang mengintip negosiasi nuklir P5 + 1. Sementara kantor perdana menteri Israel membantah klaim ini, surat kabar mengutip para pejabat senior AS yang mengatakan bahwa intelijen Israel sedang menguping pembicaraan internasional.


Monday, July 21, 2014

Hamas Lumpuhkan 11 Tentara Israel dalam 24 Jam

Brigade Ezzedine al-Qassam, Hamas (Photo: Marco Longari)

Gaza, (IMP) -- Kelompok Hamas Palestina terus menghadang agresi militer Israel di Gaza. Pertempuran darat di wilayah tersebut semakin sengit.

Pasukan sayap bersenjata Hamas, al-Qassam Brigades menyatakan pihaknya berhasil menumpas 11 tentara Israel lewat 4 “Operasi Spesial” selama 24 jam.

“Pasukan khusus kami berhasil menyusup melalui terowongan ke barisan musuh. Dan pejuang kami bertarung melawan mereka,” demikian pernyataan al-Qassam Brigades, seperti dimuat Al-Arabiya, Sabtu 19 Juli 2014.

“Salah satu pejuang kami mengonfirmasi 5 tentara Israel tewas, 3 di antaranya ditembak pada bagian kepala, 2 lainnya ditembak pada bagian badan.”

Dalam sebuah video yang disebar di internet terlihat pasukan Hamas menembaki tentara Israel menggunakan sniper.

Pihak Israel kemudian mengonfirmasi bahwa ada pejabat senior di antara tentara yang tewas, yakni mayor Amotz Greenberg dan tentara, Sersan Adar Barsano.

Seperti dimuat Jerusalem Post, militer negeri zionis juga mengatakan ada 2 tentara mereka yang terluka dalam pertempuran dengan Hamas.

Jumlah korban tewas di kubu Israel tak sebanyak korban jiwa di Gaza. Sejauh ini, ada lebih dari 320 warga Gaza yang tewas akibat gempuran udara dan darat yang dilancarkan Israel.

Konflik terbaru ini dipicu oleh aksi penculikan dan pembunuhan terhadap 3 remaja Israel. Kemudian pemuda Palestina juga ditemukan tak bernyawa di hutan belantara setelah diculik dan dibakar hidup-hidup.

Israel mulai melancarkan agresi militer Operasi “Protective Edge sejak Selasa 8 Juli dini hari hingga sekarang. Dunia mengecam serangan Israel, namun negeri zionis tetap bersikeras bahwa langkahnya sudah tepat. 


(Liputan6.com/Jakarta Greater)

Saturday, July 12, 2014

Roket Hamas vs Iron Dome Israel


(IMP) -- M-302, adalah roket andalan militan Hamas yang menjadi buah bibir para analis Israel dan Amerika Serikat. Sebab, roket jenis ini menghujani wilayah Israel setiap 10 menit selama Israel menginvasi Jalur Gaza dalam empat hari terakhir.

Para analis itu bertanya-tanya, bagaimana bisa militan Gaza mampu membuat roket yang bisa menjangkau wilayah Israel dalam jumlah besar. Padahal, kondisi ekonomi Palestina sedang sakit sejak Israel memblokade Jalur Gaza beberapa tahun lalu.

Israel selama ini gencar menuduh Hamas menerima pasokan roket seperti itu dari Suriah dan Iran. Tentara Pertahanan Israel (IDF) mencatat, roket M-302 Hamas ditembakkan ke wilayah Israel setiap 10 menit. Bahkan dalam 72 jam, sudah 400 roket ditembakkan. Data itu mengacu dari keberhasilan sistem pencegat rudal Israel, Iron Dome, yang 90 persen berhasil menangkis roket Hamas.

Iron Dome menjadi andalan Israel, sejak Hamas menguasai Jalur Gaza tahun 2007. Menurut IDF, Hamas memiliki gudang dengan 10 ribu bahan mentah untuk pembuatan roket, yang salah satunya bertipe M-302.


Menurut IB Times, pada Kamis (10/7/2014), roket M-302 pertama kali dikembangkan oleh militer Suriah. Namun, roket jenis itu kini sudah biasa digunakan kelompok Hizbullah dan Hamas, serta pasukan loyalis Presiden Suriah Bashar al-Assad.

Sejak Hamas memperoleh roket M-302, Israel dibuat repot berkali-kali. Hamas setidaknya telah berhasil menembakan roket jenis itu ke wilayah pesirir Hadera , sekitar 30 km dari Tel Aviv atau 70 km dari Jalur Gaza.

Meski Israel meragukan kemampuan Hamas untuk memproduksi roket M-302, namun analis AS justru percaya dengan kemampuan Hamas. ”Hamas mampu memproduksi roket secara mandiri,” kata Patrick Megahan, analis untuk Pertahanan dan Demokrasi yang berbasis di AS, kepada NBC.

“Setelah kita melihat semuanya, kelompok pemberontak di Suriah juga memproduksi beberapa roket tanpa bantuan dari luar negeri. Apakah Iran dan Suriah menawarkan bantuan berupa bahan yang diproduksi secara massal, itu sulit dilakukan di Gaza di mana bahan-bahan terbatas,” ujar Patrick.

Para pemimpin Hamas telah menegaskan bahwa senjata mereka dibuat sendiri dan tidak dijual di tempat lain. Namun, sumber lain menyatakan, roket M-302 tidak hanya diproduksi Suriah, dan Hamas. China juga memproduksi dengan nama Weishi-2 (WS-2).

”Ini dibuat di bawah lisensi dari China,” kata Tal Inbar, analis Israel kepada NBC. Militer Israel mengakui roket M-302 merupakan model roket hebat.” Yang paling canggih, yang bisa menyerang dengan jarak lebih dari 100 mil, dan jika itu digunakan di Gaza maka warga Israel di bawah ancaman,” kata juru bicara militer Israel, Letnan Kolonel Peter Lerner.


Untuk menangkis serangan serangan roket Hamas, Israel terus meningkatkan kemampuan iron dome. Jika pada konflik tahun 2006 dinyatakan keakuratan iron dome 70 persen, maka kini meningkat menjadi 90 persen bisa mencegat roket Hamas di udara.

Irone Dome dilengkapi perisai elektronik dan hulu ledak khusus yang mampu mendeteksi dan menghancurkan target dalam waktu beberapa detik. Amerika Serikat ikut berperan dalam mengembangkan teknologi Iron Dome yang mahapenting bagi keamanan Israel ini. AS menggelontorkan US$ 235 juta untuk mendanai penelitian dan membuat senjata pelindung itu.

Sistem ini merupakan sistem pertahanan anti-rudal untuk mencegat roket Hamas yang menarget Tel Aviv dan Yerusalem -dua kota terbesar Israel.


Menurut CNN, sistem ini bekerja dengan pertama-tama mengidentifikasi rudal masuk dan kemudian menentukan apakah jangkauan dan arah mereka mengancam daerah padat penduduk, seperti sebuah kota. Jika rudal yang masuk dianggap merupakan ancaman, operator Iron Dome meluncurkan kontra-rudal. Rudal ini akan menghancurkan rudal musuh di udara.

Departemen Pertahanan Israel (IDF) mengatakan sistem ini telah mencegat 56 roket yang ditembakkan dari Gaza dengan sasaran Yerusalem, Tel Aviv, Asdod, Askelon, Kiryat Gat, dan di tempat lain. Menurut IDF, lebih dari 250 roket telah ditembakkan dari Gaza.

IDF menyatakan Israel menggunakan sistem Iron Dome hanya terhadap roket yang meluncur ke daerah-daerah berpenduduk. Jika tampaknya menuju sebuah lapangan kosong, Iron Dome tidak diaktifkan. “Sistem ini merupakan inti dari strategi pertahanan Israel,” tulis CNN.

Ada dua pekerjaan utama sistem ini, yakni mengidentifikasi target dan peluncur rudal portabel akan menembakkan anti-rudal untuk meledakkan rudal Hamas di udara. Sistem ini mudah diangkut, dengan hanya beberapa jam saja untuk merelokasi dan mengaturnya.

Rudal Iron Dome memiliki panjang 3-10 meter dengan diameter 15 sentimeter dan berat 90 kilogram, tulis analisis keamanan IHS Jane pada 2012. Hulu ledak diyakini membawa 11-24 kilogram bahan peledak. Jangkauannya mulai 4 kilometer sampai 70 kilometer.

Israel mulai mengembangkan sistem ini pada 2007. Setelah serangkaian tes penerbangan tahun 2008 dan 2009, alat ini pertama dioperasikan pada 2011. Seperti dikutip IHS Jane, Angkatan Udara Israel melaporkan tingkat keberhasilan sistem ini mencapai 70 persen pada 2011.


Apakah Amerika Serikat terlibat dalam Iron Dome? Ya, tulis ABC News. Pengembangan awalnya dilakukan oleh perusahaan teknologi pertahanan Israel, Rafael. Namun sistem ini disponsori AS. Menurut Congressional Research Service, pada 2014 negara adidaya itu memberikan US$ 235 juta untuk penelitian Iron Dome, termasuk pengembangan dan produksi.

IHS Jane menyatakan pembuatan satu unit Iron Dome menelan biaya US$ 50 juta. Sedangkan sebuah rudal, menutur pejabat Israel, dihargai US$ 62 ribu.

“Ini adalah program yang dirancang untuk memberikan keamanan dan keselamatan bagi keluarga Israel,” ujar Presiden AS Barack Obama mengomentari alat ini. The Jerusalem Post melaporkan, negara-negara lain telah menyatakan minatnya untuk membeli sistem ini, termasuk AS, Korea Selatan, dan beberapa negara anggota NATO di Eropa. 


(sindonews/tempo.co/JakartaGreater)

Friday, July 11, 2014

3 Hari Operasi Militer Israel di Gaza Sudah Tewaskan 83 Warga Palestina

Seorang wanita Palestina berdiri di tengah puing-puing gedung yang hancur akibat serangan udara Israel ke kota Gaza, 8 Juli 2014. Puluhan warga Palestina termasuk wanita dan anak-anak turut menjadi korban dalam serangan tersebut.

GAZA CITY, (IMP) -- Sejak Israel memulai Operation Protective Edge, Selasa (8/7/2014) dini hari, setidaknya 83 warga Palestina tewas dan lebih dari 500 orang terluka, berdasarkan data petugas medis di Gaza, Palestina, Kamis (10/7/2014).

Meningkatnya korban jiwa yang berjatuhan di Gaza telah mendorong Mesir membuka perbatasan di Rafah, dengan rumah sakit di Sinai disiagakan untuk menerima korban luka, menurut kantor berita Mesir, MENA.

Sejauh ini tak ada kabar korban tewas di Israel akibat serangan balik berupa lontaran roket dari Gaza, meskipun petugas medis setempat sempat menyatakan satu perempuan meninggal pada Kamis, saat lari menuju perlindungan.

"Kami masih menghadapi aksi yang sulit, kompleks, dan rumit," kata Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu setelah rapat kabinet membahas masalah keamanan, Kamis. 

Serangan udara Israel telah mengosongkan jalanan Gaza hingga Tel Aviv. Di Tel Aviv, kafe yang biasanya penuh sesak pada musim liburan seperti sekarang, kosong. Pelayan mereka terlihat gugup memeriksa telepon genggam berkali-kali untuk memeriksa pemberitahuan lontaran roket.

Di Gaza, cerita lebih muram, setelah rudal dari pesawat tempur Israel menghantam sebuah kedai kopi di Khan Yunis, Kamis dini hari waktu setempat, menewaskan sembilan penggemar sepak bola yang sedang menyaksikan pertandingan semifinal Piala Dunia 2014 antara Belanda dan Argentina.

Jatuhnya korban warga sipil ini tak menahan Israel untuk mengonfirmasi kemungkinan menggelar serangan darat ke Gaza. Deretan tank Israel telah berkumpul di perbatasan dan Netanyahu mendapat tekanan dari garis keras Yahudi untuk menguasai lagi wilayah yang pernah Israel duduki sebelum penarikan pasukan dan pemukim Yahudi pada 2005.


Thursday, July 10, 2014

Abbas: "Israel Lakukan Genosida di Gaza"


GAZA CITY, (IMP) -- Presiden Palestina Mahmud Abbas menyebut Israel tengah melakukan genosida di Gaza selama operasi militer dilakukan. Pasalnya, roket Israel selama beberapa hari ini menghujani Jalur Gaza tanpa henti. 

"Ini merupakan genosida, pembunuhan seluruh keluarga terhadap warga Palestina oleh Israel adalah genosida," katanya dalam pertemuan darurat bersama para pemimpin Palestina di kota Tepi Barat di Ramallah, seperti dilansir dari Maan News.

"Yang terjadi saat ini adalah perang terhadap warga Palestina dan bukan melawan faksi. Kami tahu Israel tidak membela dirinya sendiri, Israel mempertahankan pendudukannya dan proyek utamanya," kata Abbas.

Lanjutnya, Abbas pun menyebutkan akan mengambil sejumlah langkah untuk menghentikan agresi Israel dan tumpah darah warga Palestina, termasuk berbicara dengan Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi dan Sekjen PBB Ban Ki-moon. 

Pada Rabu lalu, Mesir telah mendesak Israel dan Hamas menghentikan konflik mereka dan melakukan gencatan senjata yang ditengahi oleh Mesir. "Tak ada mediasi," kata juru bicara menteri luar negeri Mesir Badr Abdelatty.


Saturday, June 1, 2013

Israel Cemas Tak Mampu Hadapi Perang Kimia


(IMP) -- Sumber media Israel mengungkap kekhawatiran serius melanda kalangan politisi dan militer Israel menghadapi kemungkinan perang tidak biasa menggunakan senjata kimia, di tengah ketidaksiapan mereka menghadapi perang seperti ini.

Canel 10 TV, seperti dilansir situs infopalestina menyebutkan, front internal kekurangan biaya akibat krisis keuangan, dan tidak bisa membagikan masker pelindung, dan hanya 42 persen saja warga yang mendapatkan masker.

PM Israel Benyamin Netanyahu beberapa waktu lalu menyampaikan intruksi kepada lembaga keamanan untuk membagikan masker pelindung, di tengah kekhawatiran adanya eskalasi di pihak Suriah, dan meningkatnya kegentingan di perbatasan antara kawasan Palestina dan Suriah.

Canel 10 menyebutkan, pemeritah Israel telah menggelontorkan sekitar 1,3 miliar Shekel (352 juta dolar AS) untuk menjamin keamanan, dan hampir setiap tahunnya mengeluarkan 300 juta Shekel (81 juta dolar AS).


Friday, May 24, 2013

Lembaga PBB Rilis Peta Palestina Tanpa Keberadaan Israel


RAMALLAH, (IMP) -- Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa yang mengurus bantuan kemanusiaan (UNRWA) merilis sebuah peta Palestina yang baru. Dalam peta itu, menunjukkan seluruh wilayah Israel dinyatakan sebagai wilayah Palestina.

Sontak peta ini mendapat tentangan dari Israel. Munculnya peta itu membuat UNRWA dituduh telah mendukung sentimen anti-Israel. Foto UNRWA merilis peta itu disebarkan oleh organisasi Palestinian Media Watch (PMW).

Foto peta yang disebarkan oleh PWA itu menunjukkan seluruh wilayah Israel dan wilayah yang dikendalikan oleh Otoritas Palestina sebagai satu negara. Peta juga disertakan dengan bendera PLO dan bertuliskan "Arab Palestine". Kota-kota yang termasuk dalam negara Palestina antara lain, Yerusalem, Yafo (Jaffa), Haifa dan Be'er Sheva.

Menurut website resmi UNRWA, foto dari peta itu diambil dalam sebuan acara UNRWA yang dihadiri oleh pejabat tinggi Palestina dan Lebanon. Namun juru UNRWA Christopher Gunnes menolak laporan dari PMW itu. 

Meski mengakui bahwa foto itu adalah nyata, Gunner menolak anggapan bahwa UNRWA telah menghapus Israel dari peta tersebut. "Peta yang dimaksud adalah sebuah peta yang menunjukkan wilayah Palestina sebelum 1948. Jadi tuduhan yang diarahkan adalah palsu," ujar Gunnes, seperti dikutip Israel Nation News, Rabu (22/5/2013).

Tetapi pembelaan dari Gunnes dibantah oleh pihak PMW. Menurut mereka pembelaan bahwa peta itu berdasarkan pada peta 1948 adalah pembelaan tidak berdasar. 

"Pada peta yang kami sebarkan jelas sekali bendera yang dicantumkan adalah bendera PLO bukan bendera Inggris," tegas pihak PMW.

Hingga saat ini tidak diketahui kebenaran dari peta tersebut. Media Israel justru menuduh bahwa kelompok PMW adalah kelompok yang tidak bisa dipercaya, karena sebelumnya PMW pernah pula menggunakan nama UNRWA demi mendukung perjuangan Palestina.


Tuesday, May 14, 2013

Hari Ini di 1948, Negara Israel Dideklarasikan


(IMP) -- Hari ini di tahun 1948, negara Israel dideklarasikan. Negara tersebut terletak di Timur Tengah yang dikelilingi Laut Tengah, Lebanon, Suriah, Yordania, Mesir dan gurun pasir Sinai. Dengan populasi sebesar 7,5 juta jiwa dengan mayoritas bangsa Yahudi, Israel terus meluaskan wilayahnya hingga ke jalur gaza dan tepi barat yang dimiliki secara sah oleh Palestina.

Deklarasi ini ditandatangani oleh David Ben-Gurion yang kemudian menjadi Perdana Menteri Israel pertama. Gairah Ben-Gurion untuk Zionisme, yang dimulai sejak awal kehidupan, membawanya menjadi seorang pemimpin Zionis besar, dan sebagai kepala Badan Yahudi, ia menjadi de facto pemimpin komunitas Yahudi di Palestina, dan sebagian besar memimpin kemerdekaan negara Yahudi di Palestina. 

Pendirian Israel ini berakar dari konsep Tanah Israel (Eretz Yisrael), sebuah konsep pusat Yudaisme sejak zaman kuno, yang juga merupakan pusat wilayah Kerajaan Yehuda kuno. Setelah Perang Dunia I, Liga Bangsa-Bangsa menyetujui Mandat Britania atas Palestina sebagai "negara orang Yahudi". 

Pada tahun 1947, PBB menyetujui pembagian Palestina menjadi dua negara, yaitu satu negara Yahudi dan satu negara Arab. Puncaknya pada 14 Mei 1948, Israel memproklamasikan kemerdekaannya dan ini segera diikuti oleh peperangan dengan negara-negara Arab di sekitarnya yang menolak rencana pembagian ini.

Israel kemudian memenangkan perang ini dan mengukuhkan kemerdekaannya. Akibat perang ini, Israel berhasil memperluas batas wilayah negaranya melebihi batas wilayah yang ditentukan oleh Rencana Pembagian Palestina. Sejak saat itu, Israel terus menerus ingin meluaskan wilayahnya ke negara-negara Arab tetangganya. Hal inilah yang menyebabkan peperangan dan kekerasan yang berlanjut sampai saat ini. 

Sejak awal pembentukan Negara Israel, batas negara Israel beserta hak Israel untuk berdiri telah dipertentangkan oleh banyak pihak, terutama oleh negara Arab dan para pengungsi Palestina. Israel telah menandatangani perjanjian damai dengan Mesir dan Yordania, namun usaha perdamaian antara Palestina dan Israel sampai sekarang belum berhasil.


Friday, May 10, 2013

Diserang Lagi Israel, Suriah Kini Siap Membalas

Foto yang dirilis kantor berita Suriah SANA menunjukkan bangunan yang hancur akibat serangan udara Israel, di Damaskus, Suriah, Ahad (5/5). (AP/SANA)

Damaskus, (IMP) -- Suriah, Kamis waktu setempat, mengancam akan melakukan tindakan segera terhadap serangan baru Israel. Serangan yang terjadi dua hari setelah laporan tentang adanya dua serangan terhadap target-target Hizbullah.

Ancaman itu dikeluarkan saat sekutu Suriah di Lebanon, Hizbullah, mengatakan bahwa Damaskus akan mempersenjatai mereka dengan senjata yang berubah-ubah.

Dalam sebuah wawancara ekslusif dengan AFP, Wakil Menteri Luar Negeri Faisal Muqdad mengatakan bahwa perintah telah dikeluarkan untuk melakukan tindakan segera terhadap serangan baru Israel tanpa harus menunggu perintah (tambahan) dari pimpinan yang lebih tinggi.


Sumber-sumber Israel mengatakan bahwa serangan-serangan yang dilancarkan pada Jumat dini hari dan hari Minggu diarahkan ke ikatan persenjataan untuk Hizbullah. Namun, Muqdad membatah keras tudingan Israel tersebut.

"Mereka sama sekali tidak mencapai sasaran dan mereka berbohong tentang apa yang mereka katakan bahwa mereka menyasar Hizbullah," ujarnya. "Suriah tidak akan membiarkan hal seperti ini terjadi lagi."


Monday, May 6, 2013

Menpen Suriah: Israel Langgar Hukum Internasional



Menteri Penerangan Suriah Omran al-Zohbi kepada wartawan setelah sidang darurat pada hari Minggu (5/5), mengatakan Suriah memiliki hak serta kewajiban untuk membela rakyatnya dengan segala cara yang tersedia, dan Suriah tidak akan menyerah pada agresi Israel.


Zohbi juga menekankan bahwa serangan Israel adalah bukti hubungan Tel Aviv dengan milisi oposisi bersenjata Suriah.

Sementara itu, Wakil Menteri Luar Negeri Suriah, Faisal Miqdad menilai agresi rezim Zionis ke wilayah Suriah sebagai pengumuman perang oleh Israel.

Miqdad kepada televisi CNN Amerika Serikat mengatakan, "Serangan Israel hari Ahad, (5/5) ke sekitar wilayah Damaskus sama dengan pengumuman perang dengan Suriah."

Jet-jet tempur Israel telah membombardir pusat riset di wilayah Jamraya, Provinsi Rif Dimashq yang menyebabkan ledakan hebat di lokasi tersebut. Sumber-sumber media Suriah mengkonfirmasikan adanya sejumlah orang yang tewas dan terluka dalam serangan itu.

Sementara itu, televisi al-Manar melaporkan angkatan udara Suriah berhasil menembak jatuh pesawat tempur Israel yang menyerang Damaskus tersebut.

Iran, Mesir dan Liga Arab mengutuk agresi Israel baru-baru ini terhadap Suriah, dan menyerukan Dewan Keamanan PBB, "bertindak segera untuk mengakhiri serangan brutal Israel terhadap negara Arab itu."


Suriah Tangkap Dua Pilot Jet Tempur Israel


Damaskus, (IMP) -- Sebagian sumber di Suriah mengabarkan soal penangkapan dua pilot jet tempur rezim Zionis Israel yang menyerang wilayah negara itu pagi dini hari ini, Ahad (5/5) dan berhasil ditembak jatuh militer Suriah.

Situs berita Suriah, DamPress seperti dikutip Mehr News (5/5) melaporkan, "dua pilot jet tempur Israel yang ditembak jatuh pasukan Suriah ditangkap aparat keamanan."

Sementara itu sumber-sumber Israel mengabarkan, kontak radio menara pengawas dengan Samuel Azar dan Ayshan Gary, dua pilot jet tempur Israel yang menyerang Damaskus terputus dan sampai sekarang belum diperoleh informasi terkait nasib mereka.

Bersamaan dengan itu, Rusia dikabarkan menambah jumlah kapal-kapal tempurnya yang bergerak dari Laut Hitam ke pantai Tartus, Suriah. Tartus adalah pangkalan tetap kapal-kapal tempur Rusia.

Hal yang sama di laporkan kantor berita Rusia, Interfax. Kantor berita itu menulis, Vladimir Putin, Presiden Rusia dalam kontak teleponnya dengan Barack Obama, sejawatnya dari Amerika baru-baru ini, membicarakan masalah penyerangan Israel ke Suriah.

Sumber keamanan Suriah mengumumkan, serangan roket jet-jet tempur Israel hari ini ke wilayah Suriah dilakukan untuk membuka jalan bagi kelompok-kelompok teroris masuk ke kota Damaskus, namun upaya itu gagal.

Militer Suriah baru-baru ini berhasil menumpas kelompok teroris bersenjata di sebagian besar wilayah negara itu dan merebut kembali sejumlah banyak wilayah strategis.


Thursday, May 2, 2013

UNIFIL Desak Israel Mundur dari Ghajar Utara di Lebanon

(FOTO ANTARA/Penerangan Satgas Konga XXIII-F/UNIFIL-Lettu Inf Suwandi)

Patroli komponen Batalion Indonesia bersama tentara Lebanon dan komponen pasukan Prancis dalam UNIFIL berpatroli di area perbatasan Israel dan Lebanon. Mereka memegang mandat PBB menjaga dan memonitor situasi dan kondisi perdamaian yang sudah tercipta di Lebanon. 

Beirut, (IMP) -- Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL), Selasa (30/4), menegaskan Israel mesti mundur dari wilayah utara Desa Ghajar, di perbatasan Lebanon.

Pendudukan Israel atas bagian utara desa itu pelanggaran nyata terhadap Resolusi 1701 PBB, kata UNIFIL di dalam satu pernyataan. Pasukan PBB itu menyatakan Israel harus menarik pasukannya dari daerah itu. Belum lama ini UNIFIL menolak keinginan Israel membangun pagar di sekitar desa itu.

UNIFIL akan bekerjasama secara erat dengan militer Lebanon guna melaksanakan resolusi PBB dan mencegah setiap pelanggaran oleh Israel. Israel menduduki bagian utara desa tersebut selama perang 2006.

Ghajar adalah desa kaum Alawi dengan sebanyak 2.000 warga di Sungai Hasbani di perbatasan antara Lebanon dan wilayah Dataran Tinggi Golan; yang oleh masyarakat internasional diakui sebagai wilayah Suriah tapi diduduki Isarael.

Kendali atas Ghajar telah berulang-kali pindah tangan. Tiga ratus tahun lalu, desa itu dikenal dengan nama Taranjeh. Desa tersebut diberi nama Ghajar di bawah pemerintahan Bani Usmaniyah (Ottoman), ketika tanah itu direbut dari warga desa oleh orang Kurdi dan dijual secara paksa.

Menurut legenda setempat, gubernur Kurdi Ghajar pernah berusaha menunggang kudanya ke atas kuburan orang saleh setempat, Sheikh Al-Arba'in. Kuda itu tak mau menurut perintah sang gubernur dan pada hari berikut, kebakaran terjadi, sehingga merusak tameng dan pedang sang gubernur. Suku Kurdi melarikan diri dan dengan cepat menjualnya kembali.

Sebelum perang Arab-Israel 1967, Ghajar dipandang sebagai bagian dari wilayah Suriah dan warganya dihitung dalam sensus Suriah 1960. 

Ketika Israel merebut Dataran Tinggi Golan dari Suriah pada 1967, Ghajar tetap menjadi tanah tak bertuan selama dua-setengah bulan. 

Masyarakat Alawi di sana melancarkan petisi kepada gubernur Israel di Dataran Tinggi Golan agar mereka dimasukkan ke wilayah Israel, sebagai bagian dari Dataran Tinggi Golan, dan bukan Lebanon. Sebabnya ialah mereka menganggap diri mereka sebagai orang Suriah, seperti mayoritas warga Golan saat itu.

Israel setuju untuk memasukkan Ghajar ke wilayah pendudukannya, Dataran Tinggi Golan, dan warganya kemudian menerima hidup di bawah kekuasaan Israel.

Setelah Operasi Litani pada 1978, Israel menyerahkan posisinya di dalam wilayah Lebanon kepada Angkatan Darat LebanoN Selatan dan meresmikan kebijakan "Pagar Baiknya". P

asukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL) dibentuk setelah penyerbuan tersebut, setelah disahkannya Resolusi 425 Dewan Keamanan PBB pada Maret 1978 guna mengkonfirmasi penarikan Israel dari Lebanon Selatan, memulihkan perdamaian dan keamanan, dan membantu Pemerintah Lebanon memulihkan wewenangnya di daerah itu.

Ghajar diperluas ke arah utara ke dalam wilayah Lebanon, dan memasukkan permukiman Wazzani di sebelah utara perbatasan.


Monday, March 11, 2013

Perang Hizbullah-Israel di Depan Mata?

Pejuang Hizbullah. (AP/ Hussein Malla)

Tel Aviv, (IMP) -- Konflik Suriah akan menyeret perang yang jauh lebih dahsyat di Timur Tengah, yaitu antara Israel dan gerilyawan Hizbullah. Sumber dalam pemerintahan Israel menyatakan, dengan semakin mendekatnya pertempuran antara pemberontak Suriah melawan rezim Bashar al Assad, militer negara itu bersiap-siap untuk pertempuran berikutnya melawan gerilyawan yang bercokol di Libanon tersebut.

Hizbullah adalah sekutu Bashar al Assad dan Iran. Dua negara ini adalah musuh Israel. Pertempuran terakhir keduanya terjadi pada 2006. "Militer Israel telah belajar dan siap jika pertempuran dimulai lagi," kata sumber itu, seperti dilaporkan Associated Press. 

Perbatasan Israel-Libanon relatif tenang sejak perang terakhir 2006. Namun, kini kondisinya berubah. "Ada peningkatan ketegangan karena Suriah," ujar seorang komandan senior militer Israel.

Pada tahun 2006, beberapa minggu serangan udara Israel menewaskan lebih dari 1.000 orang, termasuk ratusan pejuang Hizbullah. Infrastruktur kunci hancur. Namun, Hizbullah berhasil menembakkan sekitar 4.000 roket ke Israel. Pertempuran berakhir dengan gencatan senjata yang diprakarsai oleh PBB.

Sementara gencatan senjata berlangsung, Israel mengatakan Hizbullah secara sistematis mengisi kembali gudang senjatanya dengan puluhan ribu roket dan rudal. Para pejabat militer Israel sering mengatakan perang Israel-Hizbullah jilid dua hanya masalah waktu.


(AP/Tempo/IMP)

Tuesday, February 19, 2013

"Sniper" Israel Unggah Foto Sedang Bidik Bocah Palestina

milik tentara Israel, Mor Ostrovski.


JERUSALEM, (IMP) - Seorang tentara Israel memicu kemarahan setelah mengunggap foto yang sepertinya memperlihatkan kepala seorang bocah Palestina di titik bidik sebuah senapan.

Foto itu diunggah di halaman Instragram pribadi penembak jitu (sniper) Mor Ostrovski tetapi kemudian dihapus dan akunnya ditutup.

Tentara Pertahanan Israel kini berjanji untuk menyelidiki kasus tersebut. 

Ostrovski, 20 tahun, bertugas di unit penembak jitu dan foto tersebut memperlihatkan tampak belakang seorang anak laki-laki yang sedang duduk di tengah titik sasaran senapan.

Foto tersebut disebut 'tak beperasaan dan tidak manusiawi' oleh para aktivis. Situs web berbahasa Inggris milik Palestina, The Electronic Intifada, menulis, "Hal itu menyiratkan gagasan bahwa anak-anak Palestina merupakan sasaran."

Tidak ada bukti anak itu kemudian ditembaki dan tidak jelas apakah foto tersebut asli. Situs itu juga menerbitkan sejumlah foto lain dari akun Instagram milik Ostrovski yang memperlihatkan dia berpose dengan berbagai jenis senjata.

Seorang juru bicara Tentara Pertahaan Israel sebagaimana dikutip The Telegraph mengatakan, "Ini sebuah insiden mengerikan yang tidak selaras dengan semangat dan nilai-nilai Tentara Pertahanan Israel. Masalah ini menjadi perhatian para komandan tentara, dana akan diperiksa serta ditangani dengan benar."

Ostrovski dilaporkan telah mengatakan kepada atasannya bahwa ia tidak mengambil foto itu tetapi menemukannya di internet.

Breaking the Silence, sebuah organisasi veteran tentara Israel, mengutuk foto itu. Seorang anggota menulis di halaman Facebook kelompok itu, "Seperti inilah pendudukan itu terlihat. Inilah yang terlihat saat militer mengendalikan penduduk sipil." 

Kasus itu merupakan kontroversi terbaru terkait foto yang diunggah militer Israel di media sosial. The Electronic Intifada menggungah foto pada Desember lalu dari seorang tentara Israel berusia 22 tahun yang sedang menjilati pisau. Keterangan pada foto itu berbunyi, "Bajingan semua orang Arab, darah mereka lezat."

Seorang tentara Israel telah dipenjara selama 14 hari di penjara militer karena mengunggah foto di Facebook yang menunjukkan dirinya berpose di samping seorang Palestina yang diborgol dan ditutup matanya.



Monday, February 18, 2013

Anggota Parlemen Inggris: Setop Dukung Israel!



(IMP), KARACHI -- Anggota parlemen Inggris, George Galloway menyerukan kepada negara Barat untuk menghentikan dukungannya kepada Israel.

Galloway menilai Israel telah melakukan kejahatan kepada Palestina. Pernyataan itu disampaikan dalam Karachi Literature Festival di Pakistan, Ahad (17/2) waktu setempat.

Warga Palestina menurut Galloway tidak memiliki negara dan dimarginalisasi serta ditekan. Sementara Barat terus mendukung Israel yang mengakibatkan kebencian muslim pada Barat.

"Selama Barat masih memberi Israel uang untuk membeli sejata, menciptakan hukum bagi Israel, bagaimana Anda dapat berharap umat muslim dapat tenang melihat kejahatan di tempat itu," sebut Galloway seperti dilansir PressTV. 

Ia juga mengutuk standar ganda yang diterapkan Barat. Karenanya, ia menyerukan agar negara-negara Barat mendukung korban terorisme bukan pelaku terorisme.

"Berhenti menyerang tanah muslim. Bagaimana Anda bisa mengharapkan umat Islam mencintai Anda kalau Anda menduduki tanah mereka dan membunuh rakyat," tegasnya.

Pada 2003, Galloway diusir dari Partai Buruh setelah mengungkapkan penentangannya terhadap invasi Irak. Setelah diusir Partai Buruh, Galloway menjadi anggota Respect Party.


(Republika)

Sunday, January 6, 2013

Warga Israel Setuju Palestina Merdeka

Hasil Mengejutkan Survei Harian Terbitan Israel, Hayom

Warga Israel Setuju Palestina Merdeka
Warga Palestina mengibarkan bendera dan memegang kitab suci Alquran saat merayakan pengakuan negara Palestina oleh PBB di Ramallah,Ahad (2/12). (AP/Nasser Shiyoukhi)


REPUBLIKA.CO.ID, JERUSALEM -- Survei yang dilakukan harian terbitan Israel, Hayom, Jumat (4/1) menunjukkan hasil yang mengejutkan. 

Pasalnya, sebagian besar dari responden yang mengikuti survei menyatakan setuju Palestina menjadi negara. Meski begitu, responden juga pesimistis dengan prospek terciptanya perdamaian Israel-Palestina.

Dikutip dari the Nations, Sabtu (5/1), dalam surveinya tersebut, Hayom mengajukan pertanyaan "Apakah Anda mendukung atau menentang ide dua negara dalam hal ini negara Palestina yang merdeka dari Israel?"

Ternyata dari 800 orang responden atau sebanyak 54 persen mendukung berdirinya negara Palestina yang merdeka. Sementara 38 persen responden menolak ide dua negara terpisah. Sisa responden menolak menjawab pertanyaan itu.

Di sisi lain, sebanyak 54 persen responden menilai perdamaian Israel-Palestina mustahil tercapai. Sementara dalam pertanyaan lain, sebanyak 55 persen responden tak menganggap Presiden Palestina Mahmoud Abbas sebagai partner yang tepat untuk mencapai perdamaian.

Sejak dikuasai Israel dalam Perang Enam Hari 1967, Tepi Barat kini menjadi "rumah" ribuan warga Israel dan 1,7 juta warga Palestina.

(republika)

Wednesday, January 2, 2013

Inggris Hapus Israel dari Peta

Buku Pelajaran di Inggris Hapus Israel dari Peta

HRP.ORG.UK
Tower of London



REPUBLIKA.CO.ID,LONDON--Buku pelajaran yang diterbitkan di Inggris menghapus keberadaan Israel dari Peta Timur Tengah.

Dalam buku tersebut mencatumkan wilayah pendudukan Palestina, bukan entitas Israel. Buku tersebut lebih mengakui keberadaan Palestina. 

Buku tersebut diterbitkan Garnet Education, sebuah lembaga independen pengajar Bahasa Inggris. Dalam buku tersebut, dicantumkan peta dengan nama wilayah 'Pendudukan Palestina' di tempat yang sekarang diduduki Israel. Peta tersebut dicantumkan dalam pelajaran 'Kemampuan Menulis dalam Bahasa Inggris Tingkat 1'.

Seperti dilaporkan PressTV, Rabu (2/1), buku tersebut merupakan buku pelajaran Bahasa Inggris yang populer. Buku tersebut juga umum digunakan di sekolah-sekolah setempat.

(Republika)

Tuesday, January 1, 2013

Abbas Janji, Palestina Merdeka Penuh 2013

Menanti Kemerdekaan Palestina

AP/Richard Drew


In a statement Thursday, Palestinian President Mahmoud Abbas appealed to all nations to vote in favor of the Palestinians "as an investment in peace."


REPUBLIKA.CO.ID,RAMALAH--Presiden Palestina Mahmoud Abbas berjanji bahwa Palestina akan merdeka sepenuhnya di tahun 2013.

Janji tersebut dikatakan Abbas saat pidato pada malam milad ke-48 gerakan Fatah yang bertepatan dengan malam pergantian tahun baru masehi 2013 di lapangan Tepi Barat. Kesepakatan akan selesai, akan ada konsensus nasional untuk persatuan Palestina. 

Abbas menegaskan, kesepakatan ini dibutuhkan Palestina untuk menindaklanjuti apa yang telah dicapai Palestina pasca pengakuan Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). 

Sambil menyalakan obor, Abbas mengatakan bahwa Palestina akan merdeka di tahun 2013. ’’Kita memiliki akta kelahiran, dan kita ingin menyelesaikannya menuju kemerdekaan yang sepenuhnya. Tahun depan, 2013 akan menjadi tahun kenegaraan dan kemerdekaan,’’ ujarnya, seperti dikutip dari Al Arabiya, Selasa (1/1).

Dalam pidatonya, Abbas juga berharap di tahun 2013, tahanan dibebaskan dan pengungsi dapat kembali ke tanah air mereka. Ia juga menyerukan keteguhan dalam menghadapi serangan Israel di Jalur Gaza.

Israel tidak memberikan komentar apapun menanggapi isi pidato Abbas. Dikutip dari Press TV, Selasa (1/1), Pada tanggal 29 November 2012 lalu, PBB meningkatkan status Palestina menjadi negara pengamat non anggota. 

(Republika)
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...