Showing posts with label Pangkalan Udara. Show all posts
Showing posts with label Pangkalan Udara. Show all posts

Friday, April 19, 2013

Lanud Iswahjudi Siap Operasikan T-50 Golden Eagle

Komandan Lanud Iswahjudi Marsekal Pertama TNI Yuyu Sutisna, S.E., menerima kunjungan tim dari Korea Aerospace Industries (KAI), Ltd, Senin (15/4)

(IMP) -- Komandan Lanud Iswahjudi Marsekal Pertama TNI Yuyu Sutisna, S.E., menerima kunjungan tim dari Korea Selatan, Senin, 15 April 2013. Kunjungan tim Korea Selatan ini terkait akan datangnya pesawat T-50 Golden Eagle buatan negara ginseng tersebut. Pemerintah Indonesia memesan T-50 Golden Eagle untuk menggantikan pesawat HS Hawk MK-53 yang dioperasikan Skadron Udara 15 Lanud Iswahjudi.

Tim dari Korea Selatan ini terdiri dari, Deputy Senior Manager Mr. Og Don Lee, Aircraft Manufacturing Engineer Mr. Jeeyoun Lee, I.E. Part Manager, Central Business Team Mr. Donghee Lee. Kunjungan tim dari Korea Aerospace Industries, Ltd (KAI), kali ini untuk melihat dan memastikan kelengkapan dan kesiapan Lanud Iswahjudi dalam penerimaan pesawat T-50 Golden Eagle yang direncanakan tiba pada tahun ini.

Sementara itu, Komandan Lanud Iswahjudi Marsekal Pertama TNI Yuyu Sutisna, S.E., dalam menerima tim dari Korea Selatan tersebut, yang didampingi Kadislog Letkol Tek Hevryanto dan Kadishar Skadron Udara 15, mengatakan bahwa Lanud Iswahjudi siap menerima kedatangan pesawat T-50 Golden Eagle.

Untuk mengawaki pesawat baru tersebut, enam penerbang dari Skadron Udara 15 dan 31 teknisi telah diberangkatkan ke Korea Selatan yang dipimpin langsung oleh Komandan Skadron Udara 15 Mayor Pnb Wastum, para penerbang tersebut telah mengantongi kualifikasi sekolah instruktur penerbang. Direncanakan para penerbang dan teknisi berada di Korea Selatan selama delapan bulan, guna mentranfer teknologi pesawat T-50 Golden.


Monday, April 8, 2013

TNI AU akan Membentuk Skadron C-130 di Makassar

Skadron C-130 Hercules di Makassar akan diisi dengan 10 pesawat 
C-130H Hercules ex Australia


JAKARTA, (IMP) -- TNI Angkatan Udara (AU) berencana untuk menambah tiga skadron udara, yakni skadron udara tempur, angkut, dan pesawat intai menyusul program pembelian 102 unit pesawat berbagai jenis.

"Saat ini tengah disiapkan skadron udara 16 di Pekanbaru (Riau), pembangunan skadron udara di Makassar, Sulawesi Selatan dan skadron udara Pontianak, Kalimantan Barat," kata Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Ida Bagus Putu Dunia, di Jakarta, Minggu.

Menurut dia, pembangunan skadron udara 16 nantinya akan dipakai sebagai home base pesawat tempur F-16, yang merupakan hibah dari Amerika Serikat. "Sekarang ini sudah mulai bangun shelter untuk pesawat. Tahun depan akan datang 8 unit (dari 24 unit)," katanya.

Pembangunan skadron udara untuk pesawat angkut di Makassar, Sulawesi Selatan, kemungkinan akan diisi oleh pesawat jenis Hercules C-130 pembelian teranyar dan hibah dari Australia yang totalnya sebanyak 10 unit.

Sementara skadron udara di Pontianak, Kalimantan Barat akan dijadikan markas dari pesawat tanpa awak (UAV). "Skadron UAV di Pontianak sudah disiapkan, tinggal menunggu pesawatnya saja. Mudah-mudahan segera datang," kata Ida Bagus.

Ia mengatakan, penambahan jumlah skadron tersebut sangat dimungkinkan mengingat masih banyak pesawat pesanan yang belum tiba. TNI AU memprogramkan pembelian total 102 pesawat guna mencapai target kekuatan pokok minimal (MEF), antara lain, enam unit Sukhoi SU-30 MK2, 24 unit F-16, Super Tucano, Hercules C-130, Grob, T-50 Golen Eagle, C-295 dan beberapa jenis pesawat rotary wing (helikopter).


KSAU mengatakan, selain menambah skadron udara baru, TNI AU juga terus melakukan penambahan penerbang untuk mengawaki alat utama sistem senjata (alutsista) baru. "Kita butuh penerbang banyak, kita sudah membuat perencanaannya," tuturnya.

Oleh karena itu, pihaknya membuka kesempatan bagi penerbang perempuan (wanita angkatan udara/wara), yang saat ini hanya ada dua penerbang Wara yang masih aktif terbang, yakni penerbang pesawat angkut dan helikopter.

Kesempatan wanita untuk menjadi penerbang TNI AU semakin terbuka karena mulai tahun 2013 ini TNI membuka kesempatan bagi wanita untuk masuk Akademi Angkatan Udara (AAU). Jumlah penerimaan karbol (sebutan taruna AAU) wanita sebanyak 12 orang. Pihaknya berharap bisa mendapatkan karbol wanita yang berkualitas.


"Kegiatannya sama, pelajarannya sama, latihan lapangan sama. Kita akan merekrut dari lulusan SMA Taruna Nusantara dan Krida Nusantara," kata Gubernur AAU Marsekal Muda TNI Tabri Santoso. 


Saturday, April 6, 2013

Dua Pangkalan Udara Akan Naik Status

Pesawat BAe Hawk 209 TNI (photo : Ariodilah Virgantara) 

Palembang (ANTARA News) -- "Dua pangkalan udara ,yakni Lanud Pekanbaru, di Riau dan Pontianak, di Kalimantan Barat, akan naik status menjadi kelas A," kata Kepala Staf TNI AU, Marsekal TNI Ida Bagus Putu Dunia. Kedua pangkalan udara TNI AU itu akan dipimpin seorang marsekal pertama.

Dengan peningkatan status itu, fasilitas pendukung kedua pangkalan udara TNI AU itu akan dipenuhi. Mulai tahun ini, pesawat-pesawat tempur dan transportasi yang baru TNI AU mulai berdatangan. 

Pangkalan Udara TNI AU Pekanbaru di Riau, sebagai misal, akan menjadi "sarang" pesawat tempur F-16 blok 15 Fighting Falcon hibah dari Angkatan Udara Pengawal Nasional Amerika Serikat, yang direncanakan jumlahnya 24 unit. 

Sementara Pangkalan Udara TNI AU Supadio di Pontianak akan menjadi pangkalan bagi pesawat-pesawat intai tanpa awak (UAV/Unmanned Aerial Vehicle); disebut-sebut buatan negara yang tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Indonesia. 

Skuadron UAV yang masih belum diberi nomor dan nama skuadron itu akan bertanggung jawab memonitor perbatasan Indonesia dengan Malaysia dan perairan sekitarnya. Pangkalan udara di Kalimantan Barat itu sebelumnya juga menjadi sarang pesawat tempur serang ringan Bae Hawk-209.

Dunia berada di Palembang setelah meninjau kesiapan kedua pangkalan udara TNI AU itu menjadi pangkalan baru pesawat-pesawat tempur TNI AU. Supadio dan Pekanbaru ditingkatkan kelasnya karena dinilai sangat strategis.


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...