Showing posts with label Rusia. Show all posts
Showing posts with label Rusia. Show all posts

Tuesday, January 17, 2017

Su-35 Atau MiG-35, Mana Yang Terbaik ?


JakartaGreater/(IMP) -- Pesawat tempur buatan Rusia adalah salah satu pesawat tempur terbaik di dunia, dan juga lebih murah dari pesawat tempur buatan AS. Dua pesawat tempur Rusia yang paling sering menghiasi pemberitaan media adalah Su-35 dan MiG-35, dua pesawat tempur yang terlihat memiliki peran dan kemampuan yang hampir mirip.

Sebenarnya keduanya memiliki kelebihan yang berbeda namun saling mengisi kekurangannya masing-masing.

Su-35 adalah pesawat tempur yang berukuran lebih besar dan merupakan jawaban Rusia untuk pesawat tempur siluman F-35. Su-35 memiliki jangkauan tempur yang lebih jauh dan persenjataan yang lebih baik, dan dapat berfungsi sebagai DPSA (deep penetration strike aircraft) atau pesawat tempur dengan kemampuan serangan jauh ke dalam wilayah musuh, sedangkan MIG-35 lebih murah dan sedikit lebih ringan, dengan spesialisasi sebagai pesawat intersep murni atau pesawat tempur tactical support.

MiG-35merupakan pengembangan dari MiG-29, bahkan dapat dikatakan merupakan versi upgrade dari MiG-29. Banyak negara pemilik MIG-29 yang terus melakukan upgrade pada armada MiG-29, sehingga mungkin menjadikan MiG-35 belum terlalu banyak peminatnya saat ini.

Su-35 adalah pesawat tempur generasi 4++ dan salah satu yang terbaik di dunia. Selain Rusia, Cina kini juga memiliki Su-35. Ini adalah pesawat tempur superioritas udara dan saling melengkapi dengan MiG-35.

India pernah menolak Su-35 dan lebih memilih pesawat tempur Rafale buatan Perancis. Andai terjadi konflik dengan China, Rafale mungkin akan berhadapan dengan Su-35 China dan masih harus dilihat mana yang terbaik antara Su-35 dan Rafale.

Foto : www.aviation-shots.com

MiG-29 India pernah menjadi pesawat tempur yang mengunci F-16 pakistan dengan rudal BVR (beyond visual range) selama konflik Kargil, menjadikan AS sangat mewaspadai MiG-29, dan kelak akan mengandalkan F-35 untuk mengatasinya.

Dalam pertempuran dan misi jarak jauh, Su-35 lebih unggul dibandingkan MiG-35, Su-35 sangat tepat melakukan serangan jauh ke dalam wilayah musuh dan menghancurkan target potensial di darat, tapi dalam pertempuran singkat dan jarak dekat, MiG-35 adalah jagonya.

Bisa dikatakan keduanya adalah sama-sama pesawat tempur generasi 4++ terbaik di dunia, hanya waktu nantinya yang akan menentukan siapa yang terbaik diantara keduanya.


us.blastingnews.com/JakartaGreater

Tuesday, October 6, 2015

Legislator : Rusia akan Berikan Soft Loan Alutsista


Jakarta (ANTARA/IMP) -- Anggota Komisi I DPR RI TB Hasanuddin mengatakan Rusia akan memberikan soft loan sebesar 3 miliar dolar AS kepada Indonesia guna membeli alat utama sistem persenjataan (alutsista).

Keinginan Rusia itu didapatkan oleh Komisi I DPR RI setelah melakukan kunjungan kerja ke Rusia beberapa waktu lalu.

"Untuk TNI dikatakan, Rusia siap memberikan soft loan yang sangat murah untuk membeli alutsista. Rusia bersedia memberikan soft loan kepada Indonesia sebesar 3 miliar dolar AS. Dalam waktu dekat investor Rusia akan datang," kata TB Hasanuddin di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin.

Atas tawaran Rusia itu, dirinya sudah menyampaikan kepada TNI dan juga Menteri Bappenas/Kepala PPN.

"Kita akan sampaikan kepada TNI dan saya sudah sampaikan juga kepada Menteri Bappenas. Mereka akan pelajari seperti apa soft loan. Soft loan itu lebih murah dibanding kredit ekspor (KE)," katanya.

Kunjungan Komisi I DPR RI adalah juga untuk bertemu dengan masyarakat Indonesia yang ada di Rusia.

Saturday, November 8, 2014

Indonesia Tertarik Beli Pesawat Tempur Su-35

Pesawat Tempur Su-35 (Foto: Sukhoi.org)

RBTH, (IMP) -- Kementerian Pertahanan Indonesia tengah mempertimbangkan opsi pembelian 16 pesawat tempur Su-35 dari Rusia. Pesawat tersebut rencananya akan digunakan untuk menggantikan F-5 Tiger II yang dinilai sudah ketinggalan zaman, demikian diberitakan oleh Defense News.

Saat ini Indonesia memiliki 16 pesawat tempur Su-27SK/SKM dan Su-30 MK/MK2. Hingga 2024, akan ada delapan skuadron yang berisi 16 unit pesawat tipe “Su” per skuadronnya. Kemungkinan skuadron tersebut akan diisi oleh pesawat unggulan saat ini, yakni Su-35. 

Opsi pembelian pesawat tersebut telah dibicarakan dalam pertemuan perwakilan Kementerian Pertahanan Indonesia Purnomo Yusgiantoro dengan Kepala Staf dan Komando Angkatan Udara Rusia pada pertengahan Januari lalu.

Yusgiantoro menyatakan bahwa keputusan akhir mengenai pembelian Su-35 masih belum ditetapkan. Komando Angkatan Udara Indonesia juga tengah mempertimbangkan alternatif lain untuk menggantikan pesawat F-5 yang dinilai sudah menua. Selain Su-35, AU RI juga sedang mempelajari pesawat tempur JAS 39 Gripen buatan Swedia, pesawat F-16 Fighting Falcon Block 60, F-15 Silent Eagle dan F/A-18 Super Hornet asal AS, serta pesawat Rafale asal Prancis. Namun, Su-35 merupakan pilihan utama dari daftar kandidat tersebut.


Semua pesawat tempur yang ikut serta dalam tender adalah pesawat paling modern dalam aviasi militer dunia. Jika pesawat tempur Amerika, Prancis, Swedia merupakan perwakilan generasi "4+”, Su-35 bisa disebut sebagai pesawat tempur generasi “5-". Artinya, Su-35 memenuhi kriteria dan spesifikasi pesawat tempur generasi baru secara maksimal, seperti halnya pesawat tempur F-22 Raptor dan F-35. Su-35 tersebut kerap disandingkan sebagai pesaing utama pesawat tempur AS Raptor.

Biro Konstruksi Sukhoi dengan rendah hati mengategorikan pesawat Su-35 ini sebagai generasi “4++”, yakni pesawat yang lebih unggul dari generasi ke empat, namun belum menjadi generasi kelima. Padahal, banyak pesaing dunia yang menyebut Su-35 sebagai pesawat masa depan.


Tak mudah bagi orang awam untuk membedakan pesawat Su-35 dari Su-27, ataupun Su-30MK. Namun sesungguhnya, terdapat perbedaan signifikan antara tiap pesawat tersebut. Skema aerodinamika fuselage(badan pesawat) Su-35 merupakan konfigurasi paling muktahir dibanding para pendahulunya. Su-35 juga memiliki bentuk yang lebih ramping (konfigurasi Kanard) dibanding Su-27, serta tidak memiliki kemudi horizontal bagian hidung pesawat seperti Su-30. Kemudi horizontal yang dibuat pada pesawat Su-30MKI oleh India dapat meningkatkan kemampuan manuver pesawat. Dengan dilengkapi mesin pesawat jet yang memiliki thrust vector control, pesawat Su-30 merupakan pesawat tempur terbaik di dunia.


Manuver udara Cobra Pugachev adalah gerakan pada saat pesawat menambah ketinggian dan pada momen tertentu pesawat tersebut berhenti dan menggantung di udara dengan bertumpu pada ekor (seperti bentuk kepala ular kobra), lalu hidung pesawat mulai menurun seperti halnya daun jatuh, sambil berputar kembali ke posisi semula. Manuver ini tidak dapat dilakukan oleh satupun pesawat tempur lain di dunia. Sukhoi juga mampu melakukan akselerasi dan berhenti seketika sambil mengangkat seluruh permukaan badan pesawat menghadap belakang. Dari posisi tersebut, pesawat Sukhoi dapat melanjutkan penerbangan mereka dengan kecepatan minimum. Bila hal itu dilakukan oleh pesawat tempur lain, kemungkinan mereka akan jatuh.

Kemampuan taktis tersebut digunakan oleh pilot-pilot asal India saat melakukan latihan bersama dengan AU AS serta negara-negara lain. Di salah satu latihan tersebut, pilot India dapat mengalahkan pilot AS yang mengendarai F-15C/D Eagle. Setelah pelaksanaan latihan bersama itu, Jendral AS Hal Homburg yang merupakan Kepala Komando Pertahanan Udara Angkatan Udara AS, dipaksa untuk mengakui bahwa hasil latihan tersebut menjadi kejutan besar bagi para pilot Amerika. “Kami ternyata bukan yang paling unggul di seluruh dunia. Pesawat tempur Su-30 MKI lebih baik dibanding F-15C. Angkatan udara negara yang memiliki pesawat tersebut tentu lebih kuat dan dapat menjadi ancaman bagi keadidayaan Amerika di udara pada masa yang akan datang,” ujar Homburg.

Pilot uji coba Biro Konstruksi Sukhoi Sergey Bogdan mengatakan, pada saat penerbangan pertama Su-35, mereka ditemani oleh pesawat Su-30MK. Ini membuat mereka dapat membandingkan kemampuan mesin masing-masing pesawat. Pada saat penerbangan tersebut, Su-35 melakukan percepatan maksimum dalam moda tanpa pembakaran lanjut, sedangkan Su-30MK harus mengejarnya dengan menggunakan moda pembakaran lanjut karena beberapa kali tertinggal dari Su-35. "Ini merupakan keunggulan tersendiri bagi Su-35 yang dapat memberi keuntungan dan kemampuan lebih besar saat melakukan pertempuran di udara," tutur Bogdan.Kemampuan super manuver Su-35 didapat dari mesin pesawat 117S. Mesin tersebut dikembangkan dari pendahulunya, yakni mesin tipe AL-31F yang dipasang pada pesawat Su-27. Namun mesin 117S memiliki kekuatan dorong yang lebih besar, yakni 14,5 ton, sementara pendahulunya hanya memiliki kekuatan dorong 12,5 ton. Mesin ini juga memiliki keunggulan berupa sumber energi yang lebih besar dan penurunan pemakaian bahan bakar. Hal tersebut membuat mesin ini tidak hanya mampu memberikan kecepatan yang tinggi dan super manuver, tetapi juga kemampuan untuk membawa persenjataan lebih banyak. Mesin tersebut akan dipasang pada pesawat tempur seri pertama T-50 nantinya.

Adapun mode penerbangan kompleks, seperti penerbangan di ketinggian yang sangat minim dengan relief permukaan yang berbukit, dapat dilakukan oleh pesawat Su-35. Selain itu, sistem komputer juga menjaga agar pilot menggunakan senjata tanpa membahayakan pesawat itu sendiri atau agar pesawat tidak lepas kendali. Su-35 juga dilengkapi dengan sistem radar Active Electronically Scanned Array muktahir milik T-50. Sistem radar serupa hanya dimiliki oleh pesawat F-22, dan kemungkinan juga akan dimiliki oleh Rafale. Berkat sistem radar tersebut, Su-35 dapat melihat semua hal yang ada di udara dan di darat dalam radius beberapa ratus kilometer. Su-35 dapat mengikat 30 sasaran sambil mengarahkan senjatanya pada sepuluh sasaran tersebut.Dibanding Su-27, kabin pesawat Su-35 tidak memiliki komponen analog dengan jarum penunjuk. Penunjuk analog tersebut digantikan oleh kristal cair berwarna. Petunjuk itu sama seperti televisi dalam mode Picture in Picture, yakni terdapat layar-layar yang menunjukkan semua informasi yang dibutuhkan oleh para pilot. Semua komponen hidrodinamika pengendali mesin penghasil tenaga digantikan dengan komponen elektronik. Para perancang pesawat mengatakan bahwa hal tersebut tidak hanya menghemat tempat dan beban pesawat, tetapi juga dapat membuat mesin pesawat tersebut bisa dikendalikan menggunakan kontrol jarak jauh. Itu berarti peran pilot sudah tidak dominan, karena komputer akan menentukan dengan kecepatan berapa dan moda mesin seperti apa yang akan digunakan untuk mengejar sasaran, serta pada momen apa saja pilot diizinkan menggunakan senjata.


Para pakar ahli yakin bahwa F-22 maupun T-50 tak akan menjadi komoditas ekspor. Harga satu unit Raptor mencapai 133,1 juta dolar AS, dan T-50 juga bukanlah pesawat murah. Adapun Su-35 yang merupakan generasi setelah “4+” ini dibanderol 30-38 juta dolar AS, yang menjadikan pesawat tersebut sebagai primadona ekspor berlabel “generasi 5-". Ini bukan hanya sebuah langkah pemasaran yang cantik, namun Su-35 memang dibuat untuk melampaui pesawat tempur generasi “4+” asal Eropa seperti Rafale dan Eurofighter 2000, serta pesawat tempur yang sudah dimodernisasi buatan Amerika yakni F-15, F-16, dan F-18. Selain itu, pesawat Su-35 juga mampu menandingi pesawat generasi kelima, seperti F-35 dan F-22A. Hal tersebut diakui oleh para pakar dunia Barat, berdasarkan data-data pemodelan komputer. Kemungkinan fakta inilah yang menarik perhatian badan militer Indonesia.


Thursday, October 30, 2014

Rusia Tawarkan Kapal ke Presiden Jokowi


Jakarta, (IMP) -- Rusia tertarik dengan konsep kemaritiman yang menjadi program andalan Presiden Joko Widodo. Dalam kunjungannya ke Jakarta, Kamis (29/10), Wakil Menteri Perkembangan Ekonomi Federasi Rusia Alexei Likhachev menawarkan kerjasama bidang maritim dengan Indonesia.

Kami menganggap program pemerintah baru RI di bidang kemaritiman sangat cocok dengan posisi Indonesia di tengah lautan. Rusia harus punya kebijakan khusus terhadap Indonesia di bidang kemaritiman,” ujar Alexei.

Oleh sebab itu Rusia hendak membuka beberapa kerjasama dengan pemerintah Indonesia, misalnya untuk memperkuat sistem transportasi laut dengan menawarkan kapal laut pabrikan Rusia.

“Kami menawarkan pasokan berbagai jenis kapal laut. Bukan saja pasokan, tetapi juha pendirian pusat layanan dan mungkin produksi beberapa komponen untuk kapal itu,” kata Alexei.

Untuk membicarakan proyek dan prospek kerjasama tersebut, Direktur Utama United Ship Building Corporation selaku perusahaan galangan kapal terbesar di Rusia akan datang pekan depan ke Jakarta untuk bertemu Presiden Jokowi dan Menteri Koordinator Kemaritiman Indroyono Soesilo.

“Ketua kami bersedia menawarkan peralatan model untuk pengawasan kawasan perairan dan pengawasan kapal laut dengan menggunakan sistem blonas dan sistem radar jarak jauh,” ujarnya.

Rusia juga tertarik dengan produksi hasil laut yang berlimpah di Indonesia. Alexei mendorong produsen ikan di Indonesia untuk menggenjot ekspor ikan ke Rusia.

“Kami mengajak produsen ikan dan hasil perikanan, ikan beku atau ikan kaleng misalnya, untuk datang ke Rusia dan membawa produk mereka. Karena kebutuhan di sana sangat banyak dan pasar di Rusia tersedia untuk produk itu,” kata Alexei.

Salah satu program ambisius Jokowi adalah membangun Indonesia menjadi poros maritim dunia. Untuk itu ia membentuk Menteri Koordinator Kemaritiman dalam nomenklatur Kabinet Kerja. Dalam pidato pertamanya sebagai presiden di hadapan sidang paripurna MPR, Jokowi juga mengajak rakyat bersama-sama mengembalikan kejayaan Indonesia di laut. 


(CNN)

Saturday, March 15, 2014

Putin : Jangan Paksa Rusia Ratakan Bumi Eropa


Moscow, (IMP) -- Kesabaran Presiden Rusia, Vladimir Putin, tampaknya ada batasan juga. Selain itu, Presiden Rusia, Vladimir Putin, bukan negarawan bau kencur yang mudah digertak Amerika Serikat dan NATO, saat mereka melakukan manuver militer gabungan di Laut Hitam.

Bahkan, penguasa Kremlin itu balik menggertak AS dan NATO bahwa jangan coba-coba untuk memprovokasi Rusia dengan moncong senjata.

Kebijakan kami di Ukraina jelas, bahwa ada kudeta dan kami tidak sepaham dengan Barat. Jadi jangan terlalu mencampuri urusan Rusia, sama seperti kami tidak mencampuri urusan kalian saat menginvasi negara lain,” tegas Putin, dilansir Inter-fax, Kamis (13/03/2014) di Kremlin.

“Pesan kami juga jelas kepada kalian, jauhkan moncong senjata kalian dari halaman kami. Sejujurnya, kalau terpaksa, kami bisa ratakan Eropa jika kondisi tidak terkendali,” lanjut Putin dengan nada geram.

Pernyataan keras Putin itu, membalas pernyataan dari Sekretaris Gedung Putih, Jay Carney yang menyebut latihan militer AS dengan kapal perang Rumania dan Bulgaria di Laut Hitam merupakan pesan yang jelas bagi Rusia.

Kami meningkatkan dengan jelas bantuan ke negara-negara itu dalam kasus Ukraina dan ini adalah pesan jelas ke Rusia yang melawan hukum internasional dan melanggar integritas teritorial Ukraina,” ujar Carney.


Sunday, December 29, 2013

Indonesia eyeing Russian submarines


Makassar, South Sulawesi. (IMP) -- The Indonesian military (TNI) chief Gen. Moeldoko, confirmed that TNI is studying the possibility of strengthening its submarine fleet with Russian Kilo Class submarines. 

"Currently we are still studying and calculating the plan to strengthen our defense in the water territory. It would be great if we could acquire the Kilo Class submarines, which have a long firing range of guided missiles," Moeldoko said here on Sunday.

The type of Kilo Class submarine named Kiloklav could hit a target as long as 400 kilometers away from sub-surface to surface. 

Earlier the Navy chief of staff Admiral Marsetio said a navy technical team would be sent to Russia to study a submarine offer.

Indonesia will also acquire three units of submarine from South Korea to add to the two units the navy already has at present. 

One of the two units is the 209 class type from Germany and the other one was from South Korea with almost the same type as the one from Germany .

The two submarines have been modified into combat management, which has greater attacking capability. 

Meanwhile, the TNI is also awaiting the arrival of Apache helicopters from the United states. This type of military helicopters have been used only by a number of countries including the United States itself and Singapore. 

TNI has also ordered a number of Leopard tanks which are considered among the best in the world .

From France and Britain ,Indonesia plans to import equipment for air defense system .

Moeldoko said he also wants that the TNI could have Sukhoi 35, the latest series of Russian Sukhoi fighter aircraft.

He said most of the types of war equipment are expected to be displayed at the armed force day in Surabaya on Oct. 5. 

"This is to send a message that the president has taken a progressive step toward modernization of the Indonesia defense system," he said, adding "in ASEAN standard our defense equipment would be promising."

Marsetio said a technical team would leave for Russia in January, 2014 to study the Russian offer to sell submarines to Indonesia.

"Indonesia still need more units of submarine to strengthen our navy and protect the countrys sovereignty from the sea," he said.

He said seas make up two third of the countrys territory, therefore, ideally the country would need at least 12 units of submarine.

"If Indonesia is to buy the Russian submarines, the country would be the first in Asia to have kilo class submarines," he said.

Defense Minister Purnomo Yusgiantoro said currently negotiation is underway with Russia on the offer to sell kilo class submarines.

"We would prefer ones equipped with Club S guided missiles that could hit a target 400 kilometers away," Purnomo said.

Club S guided missile is launched from under the water surface to hit a floating target, he said.

"This type of war equipment is a killer missile which has a firing range of 400 kilometers," he added.

He said the units of submarine Indonesia wants to buy must be suitable for the countrys eastern regions, which have deep seas. 

He said Indonesia plans to build up to 40 units of guided missile speed boat (KCR) measuring 40-60 meters until 2024 to meet the navys requirement in western part of the country. 


Friday, December 13, 2013

Hasil Raker Tertutup Komisi I-Kemenhan soal Kapal Selam

KOMITE Kebijakan Industri Pertahanan memaparkan rencana pembangunan kapal selam di dalam negeri. Butuh biaya sekitar 300 juta dollar AS, pembangunan itu diyakini punya manfaat jangka panjang. 

Senayan, (IMP) -- Komisi I DPR menggelar rapat kerja dengan Komite Kebijakan Industri Pertahanan. Hadir dalam rapat pada Rabu (11/12) ini Menhan Purnomo Yusgiantoro, Wamenhan Sjafrie Sjamsoeddin, dan Kepala Staf TNI AL Laksamana Marsetio.

Raker tertutup ini membahas pelaksanaan pembangunan kapal selam ketiga wujud kerja sama PT PAL dengan perusahaan plat merah Korea Selatan. Raker juga membahas rencana strategis untuk memberdayakan industri pertahanan nasional.

"Kami memaparkan kebutuhan infrastruktur yang diperlukan guna membangun pangkalan kapal selam. Sebab, pembuatan kapal selam memerlukan pangkalan dan galangan khusus," ujar Kepala Staf TNI AL Laksamana Marsetio usai rapat.

Menurut Marsetio, dua dari tiga unit kapal selam yang dipesan dari Korsel sudah dikerjakan di Negeri Gingseng. Kedua kapal itu akan tiba pada 2017. Sedangkan satu unit sisanya akan digarap di PT PAL, Surabaya Jawa Timur, dengan cara alih teknologi.

Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro menambahkan, pembangunan kapal selam sendiri di dalam negeri membutuhkan anggaran sekitar 300 juta dollar AS. Angka segitu jelas tidak kecil. Tapi, sergahnya, "Nanti bisa dipakai lama dan sekaligus berfungsi sebagai dok untuk pemeliharaan dan perbaikan kapal selam yang rusak."


INDONESIA ditawari Rusia 10 unit kapal selam bekas sebagai hibah. Tak langsung mengiyakan, DPR dan pemerintah sepakat mengirim tim untuk melihat kondisi kapal selam itu. Kalau ternyata bagus, TNI AL mau ambil?

Kapal selam Kilo class buatan Rusia (photo : Indian Navy)

Senayan, (IMP) -- Komisi I DPR menggelar rapat kerja dengan Komite Kebijakan Industri Pertahanan. Hadir dalam rapat tertutup ini Menhan Purnomo Yusgiantoro, Wamenhan Sjafrie Sjamsoeddin, dan Kepala Staf TNI AL Laksamana Marsetio.

Selain membahas rencana strategis memberdayakan industri pertahanan nasional, raker pada Rabu (11/12) itu juga sempat membicarakan tawaran hibah 10 unit kapal selam dari Rusia. Namun, soal ini tidak dibahas secara mendalam.

Menurut Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, rapat DPR dan pemerintah kali itu lebih fokus mendiskusikan tiga unit kapal selam yang dibangun sebagai wujud kerja sama RI-Korsel.

Meski begitu, kata dia, DPR dan pemerintah sepakat untuk mengirim sebuah tim ke Rusia. Tim ini akan mendalami tawaran hibah tersebut, mulai dari spesifikasi dan kondisi kapal selam yang akan dihibahkan, mekanisme pemberian, hingga konsekuensinya.

"Tim akan dikirim untuk melihat spesifikasi dan kelayakan kapal selam itu. Kalau kondisinya masih bagus, TNI AL tentu akan tertarik menindaklanjutinya," ujar Purnomo usai raker di Gedung DPR, Rabu (11/12).


Saturday, December 7, 2013

Menhan Umumkan Rencana Pembelian Kapal Selam Kilo Class


(IMP) -- Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro didampingi pejabat dari Kementerian Pertahanan dan TNI Angkatan Laut jumat pagi 06/12 mengundang wartawan untuk memberikan penjelasan mengenai rencana pengadaan kapal selam dari Rusia.

KSAL mengungkapkan bahwa secara geografis, untuk mengamankan wilayah nusantara ini idealnya diperlukan 12 unit kapal selam. Saat ini telah dimiliki 2 unit kapal selam U-209 buatan Jerman, dan Kemhan telah memesan tiga unit kapal selam U-209 buatan Korea Selatan berdasar lisensi Jerman, oleh karenanya masih dibutuhkan lagi 7 unit kapal selam untuk mencapai jumlah ideal tersebut. 


Pada dasarnya Indonesia adalah negara yang luas dimana 2/3 luasannya berupa laut, dan 1/3-nya berupa daratan sehingga Indonesia memerlukan armada kapal permukaan dan kapal selam dalam jumlah yang banyak.

Menhan mengatakan bahwa Indonesia akan membangun kekuatan armada kapal selam secara besar-besaran, artinya meskipun Indonesia baru saja meng-upgrade 2 kapal selam buatan Jerman, lalu membeli 3 kapal selam buatan Korea Selatan sekaligus meminta ToT untuk dapat mebangun sendiri unit selanjutnya di Indonesia, Kementerian Pertahanan tetap akan memproses tambahan beberapa unit kapal selam Kilo class buatan Rusia.

Sesuai permintaan dari TNI AL. kapal selam kelas medium yang dikehendaki adalah yang dapat membawa rudal anti kapal jarak jauh dengan moda peluncuran dari bawah permukaan air.


Dalam buku putih pertahanan Indonesia tidak disebutkan adanya ancaman dari selatan, namun ada potensi ancaman dari utara. Pengadaan kapal selam kelas Kilo dari Rusia ini tidak ada hubungannya dengan memanasnya hubungan diplomatik Indonesia-Australia karena kasus penyadapan.

Kapal selam ini memang akan beroperasi di Indonesia bagian timur karena dipakai untuk menjaga choke point. Indonesia mempunyai 3 Alur Laut Kepulauan Indonesia/SLOC, dimana pada ALKI III choke point ini pecah menjadi tiga jalur. Dengan demikian corong untuk masuk ke Indonesia dari arah selatan ada lima jalur.

Sesuai dengan UNCLOS maka kapal-kapal asing hanya bisa masuk melalui choke point ini, oleh karenanya TNI AL akan menempatkan kapal selamnya disana. Kilo class sangat efektif digunakan karena kedalaman laut disana mencapai 150 m, jauh lebih dalam dibandingkan laut di Indonesia bagian barat.



Menhan mengatakan bahwa selama 20 tahun Indonesia tidak melakukan pembangunan kekuatan pertahanan, oleh karenanya mulai tahun 2010 disusun rencana strategis selama lima tahunan, masing-masing Renstra I (2010-2014), Renstra II (2015-2019), dan Renstra III (2020-2024).

Percepatan pembangunan kekuatan pertahanan dilakukan karena anggaran untuk itu tersedia, ada dukungan dari pemerintah dan juga DPR. Dengan deterrent effect maka merupakan modal yang baik untuk menjaga kedaulatan Indonesia.


Studi yang dilakukan oleh TNI AL tidak mempermasalahkan adanya perbedaan teknologi kapal selam bila akan mengkombinasikan teknologi dari tiga negara : Jerman, Korea Selatan dan Rusia. Pada dasarnya TNI AL pernah mengoperasikan kapal selam Whiskey class pada jaman dahulu, bahkan salah satu perwiranya saat ini ada yang telah menjadi jenderal bintang dua.

Menurut hitungan TNI AL satu kapal selam yang dilengkapi persenjataan rudal dan torpedo dalam jumlah yang yang cukup dapat dipakai untuk menghadapi 10 kapal perang permukaan.

Menhan menyatakan bahwa Rusia telah bersedia melengkapi kapal selam Kilo class yang ditawarkan dengan rudal Club S, Club S adalah rudal anti kapal jarak jauh yang diluncurkan dari bawah permukaan air. Club S termasuk kategori killer missile karena mempunyai jarak tembak 300-400 km. Rudal ini akan melengkapi rudal jarak jauh lainnya yang telah dioperasikan TNI AL yaitu Yakhont.

Rudal anti kapal Club-S (photo : Vitaly Kuzmin)


Mengenai pembiayaan untuk pembelian kapal selam dari Rusia, Menhan mengatakan bahwa ada 2 opsi pembiayaan yang akan dipakai. Opsi pertama berupa penggunaan state credit dari Rusia, dimana dari alokasi 1 miliar dollar baru terpakai sebesar 300-an juta dollar, berarti masih ada sisa 600-an juta dollar. Kedua negara telah menanda-tangani perpanjangan state credit ini tanpa ada ketentuan untuk melampirkan daftar alutsisa yang akan dibeli, artinya terbuka untuk segala jenis alusista sepanjang Indonesia membutuhkan. 

Opsi kedua terbuka kemungkinan untuk menggunakan dana on top. Pada awal Kabinet Indonesia Bersatu II yang lalu Kemhan mendapatkan dana on top dalam jumlah besar, sampai saat ini dana on top tersebut sisanya masih banyak dan dapat digunakan untuk pembelian kapal selam itu. Sisa dana on top yang masih ada ini harus diselesaikan pada tahun depan seiring dengan selesainya masa tugas Kabinet Indonesia Bersatu II.


Menuruf Menhan ada dua pilihan kapal selam Kilo Class yang akan dijajagi, yaitu kapal selam bekas yang masih operasional kemudian dilakukan modernisasi atau pesan kapal selam baru, oleh karenanya dibentuk tim untuk melihat secara fisik kapal selam yang ditawarkan termasuk spesifikasinya.

Kemudian diperbandingkan terhadap kebutuhan TNI AL, termasuk kelengkapan avionik dan rudalnya. Terhadap kapal selam yang bekas dihitung berapa biaya untuk melakukan modernisasi berikut kelengkapannya dan berapa lama masih dapat digunakan, kemudian dibandingkan bila pesan yang baru.


Kapal selam bekas yang ditawarkan dari Rusia tersebut bukan termasuk kapal selam yang telah dipensiunkan, namun merupakan kapal selam yang masih aktif digunakan untuk operasional oleh Armada Utara Angkatan Laut Rusia.

Armada Utara (North Fleet) Angkatan Laut Rusia saat ini mengoperasikan puluhan kapal selam termasuk diantaranya kapal selam Kilo class yang ditawarkan kepada TNI AL.


(Defense Studies/Merdeka/Kaskus /DMC)

Sunday, June 9, 2013

HQ Hanoi Kilo Submarines Completed Testing


(IMP) -- Itar-Tass (Russia) reported shipyard Admiratly Verfi end testing first non-nuclear submarines HQ-182 Hanoi Vietnam People's Navy.

Shipyard Admiratly Verfi will hand over to the Vietnam People's Navy 2 diesel electric powered submarine - Project 636 Kilo class diesel this year. Under the plan, the 3rd ship will be launched in August. And this year, the 4th will be booted.

Earlier, sources in the Russian military industrial complex revealed to Itar-Tass, in December last year Kilo submarines were first program successfully completed the first test phase, in which all systems and ship's machinery works well. Diving submarine has successfully 12 times, including a deep dive.

"The national test of the first ship will be completed in the summer. By September this year will conduct trials and handed the ship over to Vietnam," the source said.

According to sources, the 2nd of Kilo submarines named Ho Chi Minh contract was launched in late 2012. Earlier in January this year, Admiratly Verfi began work finishing some categories of ships. In 3-4 months, the ship was anchored in the harbor at the trial and then the trip to sea trials.

Factory Admiratly Vefi are urgently implement the remaining vessel fabrication. In February, the plant has closed steel cutting ceremony 6 Kilo submarines for Vietnam People's Navy.

"The work was carried out exactly according to the approved schedule," said the representative of the Russian defense industry said.

During his visit to Russia in May this year, Vietnam's Prime Minister Nguyen Tan Dung has stated: "We are very grateful to you Russia, who will close and transfer to Vietnam before 2016 6 Kilo class submarines under the agreement has been signed. "

According to the prime minister, this order "not only commercial in nature, but it is an expression of friendship and trust between our two countries." In addition, the Prime Minister also said that the military-technical cooperation Vietnam - Russia "does not stop at six submarines, we wait for the weapons and military technical equipment other."

In 2009, Vietnam signed a deal worth nearly $ 2 billion to buy six submarines attack non-nuclear Russian Kilo Project 636. This contract, in addition to closing the submarine also includes training sailors Vietnam, as well as providing equipment and technical supplies needed.

Non-nuclear attacks submarine the Project 636 Kilo class submarines of the 3rd generation. Length 73.8 m, 9.9 m wide, stretch of water when submerged nearly 4,000 tons, a maximum depth of 300m.

Project 636 is designed to make submarines and anti-submarine ships, as well as creating the means to defend the naval base, the coastal road and sea reconnaissance patrol operating in the enemy lines.

The ship is equipped with 6 torpedo launchers 533mm sizes allow release of anti-submarine torpedoes and anti-ship missiles, supersonic 3M-54E Klub-S.


Wednesday, May 15, 2013

3rd Vietnam Kilo submarines Named HQ 184 Ha Phong



(IMP) -- The newspaper reported that the Russian shipbuilding, 3rd 636MV Kilo submarines launched preparations for Vietnam will be placed, Hai Phong 184 named as the famous harbor city of Vietnam.There at home Admiralty Shipyards are rushing to complete the final stages of the submarine.

This page also predicted the 4th submarine will be named 185 Da Nang, 5th submarine named 186 Khanh Hoa and the 6th named 187 Vung Tau in the name of the city along the famous sea in Vietnam sea.

Expected Kilo 184 submarines Hai Phong will be launched in 8/2013. Besides, two submarines had launched the previous Hanoi 182, and Ho Chi Minh 183 is conducting operations at sea testing and static testing at the factory.

Hanoi submarine has made more than 100 dives in various test in different depths, the test will meet and surpass the requirements set forth. Expected Hanoi and Ho Chi Minh submarine will be handed over to Vietnam in late 2013.

Besides, it is also rushing to complete training center Kilo submarines for Vietnam, the center is expected to go into operation in late 2013. With the help of Russia, Vietnam is one step firmly in shaping electric submarine fleet - diesel is top rated area.

Training Centre of Vietnam Kilo submarines are evaluated leading modern area, the center will be an important tool to leapfrog Vietnam to all the high-tech equipment in the Kilo submarine.


Tuesday, May 14, 2013

Rusia Jual Rudal S-300 ke Suriah


Moscow, (IMP) -- Rusia mempertahankan keputusannya untuk menjual sistem pertahanan udara ke Pemerintah Suriah. Namun belum jelas, apakah Negeri Beruang Merah itu akan menjual misil S-300 yang ditakuti oleh Israel. 

Terkait penjualan S-300, Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov sama sekali tidak berkomentar. Banyak pihak yang cukup yakin bahwa penjualan S-300 berada di luar kontrak perdagangan senjata Rusia dan Suriah. Demikian seperti diberitakan Associated Press, Sabtu (11/5/2013). 

"Rusia sudah menjual persenjataan itu dalam waktu yang cukup lama, kami juga sudah menandatangi kontrak dan menyelesaikan proses pengiriman sistem pertahanan misil itu," ujar Lavrov. 

Israel sebelumnya sudah membujuk Rusia agar membatalkan penjualan misil S-300 ke Suriah karena senjata tersebut dinilai bisa mendestabilisasikan keamanan Negeri Yahudi. Amerika Serikat (AS) pun khawatir zona larangan terbang di Suriah akan semakin sulit diberlakukan bila Suriah memiliki senjata tersebut. 

Seperti diketahui, AS dan Rusia mulai berbincang pada pekan ini untuk menyamakan persepsi dan mencari solusi baru untuk Suriah. Langkah itu cukup disambut oleh Pemerintah Suriah, maupun fraksi oposisi. 


Salah satu masalah yang akan dibahas dalam dialog itu, antara lain, mencari cara dalam membangun pemerintahan transisi di Suriah. Namun mereka belum menentukan, kapan pemerintahan itu dibentuk. 

Sejauh ini, fraksi oposisi memberi prasyarat untuk digelarnya dialog dengan Pemerintah Suriah. Mereka hanya sepakat berbincang bila Presiden Bashar al-Assad dan kroninya turun dari jabatan.




Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu akan mengunjungi Presiden Rusia Vladimir Putin pekan depan. Kunjungan bilateral tersebut terkait kekhawatiran Tel Aviv bahwa Moskow kemungkinan akan mengirimkan persenjataan canggih ke Suriah.

Juru bicara Putin, Dmitry Peskov membenarkan rencana kunjungan Netanyahu itu. Namun dirinya enggan memberikan keterangan rinci.

"Netanyahu dan Putin akan membahas masalah perdagangan persenjataan ke Suriah, terutama sistem peluru kendali anti-serangan udara S-300 yang canggih," kata sumber di pemerintahan Israel kepada wartawan, Minggu (12/5)/

Israel pada pekan lalu melancarkan serangan udara sebanyak dua kali di dekat Damaskus. Seorang sumber di pihak Israel mengatakan bahwa serangan-serangan itu ditujukan untuk mencegah pemindahan senjata-senjata canggih kepada Hisbullah, kelompok Syiah Lebanon yang kuat dan memiliki keterikatan dengan Suriah. 

Sebelum menemui Putin, Netanyahu juga telah mengabarkan tentang pembelian persenjataan peluru kendali S-300 buatan Rusia yang dilakukan Suriah. S-300 disebut senjata dari darat-ke-udara yang bisa menghalau pesawat atau peluru kendali.




Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (Menlu AS) John Kerry berharap, distribusi sistem pertahanan misil canggih milik Rusia ke Suriah akan dibatalkan. Kerry menilai, distribusi senjata itu akan mendestabilisasikan keamanan Israel.

"Kami sudah mengatakan sebelumnya bahwa misil itu akan berpotensi merusak keamanan Negara Israel. Kami sudah menjelaskan, kami lebih senang jika Rusia tidak memasok senjata itu," ujar Kerry, seperti ketika berkunjung ke Italia, seperti dikutip Associated Press, Jumat (10/5/2013).

Gedung Putih turut menghimbau Negeri Beruang Merah agar memutuskan pasokan senjata, termasuk di antaranya adalah sistem pertahanan misil ke Suriah. Menurutnya, senjata tambahan itu tidak akan mempercepat munculnya solusi politik.

Israel sebelumnya sudah meminta Rusia agar menunda penjualan itu. Selain bisa mengancam Israel, eksistensi perisai misil Rusia yang canggih itu juga bisa mempersulit AS menerapkan zona larangan terbang di Suriah. 

Sampai saat ini, Rusia pun jarang berkomentar mengenai transfer senjata untuk Suriah. Ketika Kerry berkunjung ke Moskow, Kerry tampaknya tidak membahas hal itu bersama Presiden Vladimir Putin.

Senjata yang akan dijual ke Suriah adalah sistem pertahanan misil S-300. Sebelum krisis Suriah berlangsung, Negeri Yahudi memang sudah mewanti-wanti pengiriman senjata tersebut.

Pada dasarnya, akuisisi S-300 hanya ditujukan untuk memperbaharui senjata pertahanan misil Suriah yang sudah usang. Namun proses transaksi itu semakin dikecam, terutama setelah jumlah korban yang tewas dalam perang saudara Suriah semakin meningkat. 

Suratkabar Wall Street Journal melaporkan, kontrak penjualan itu mencapai ratusan juta dolar AS. Suriah akan mendapatkan enam buah peluncur dan 144 misil yang siap dioperasikan. Persenjataan itu akan sampai ke Suriah dalam tiga bulan ke depan.


Thursday, May 2, 2013

Vietnamese Navy Bought the Russian Emergencies Simulator

"Gefest" emergencies simulator (photo : Lenta)


(IMP) -- Vietnamese Navy acquired from the St. Petersburg company "Aqua-Servis" simulator "Gefest"/Hephaestus, freelance modeling and emergency situations on board the ship. On this, as reported by the Central Navy Portal, the general director of the St. Petersburg Sergei Shevardyak. According to him, bought Vietnam training complex will be delivered to the customer by the end of 2013. Details of the transaction are not disclosed Shevardyak.

Complex "Gefest"/Hephaestus is based on shipping containers. It is able to simulate emergency situations on board ─ in simulated compartments sailors can work out ways to deal with water, fire and excessive smoke. Moreover, in the simulator includes foam compartment. Training complex "Hephaestus" is based on a modular, so can be deployed at short notice.

Earlier it was reported that training complexes "Gefest"/Hephaestus intends to purchase Russian Ministry of Defense. First, the military will receive one such complex, the results of tests which can be signed a contract for the supply of several systems "Gefest"/Hephaestus. The preliminary agreement on the delivery of training centers of the Russian Navy simulators emergencies achieved with the commander in chief of Navy Viktor Chirkov.

In 2011, the complex "Gefest"/Hephaestus acquired Coast Guard Border Service of Russia. This simulator is installed in Anapa.


Thursday, April 11, 2013

Russia Develops Additional BMP-3 Variants

BMP3 IFV of the UAE (photo : strategic armaments)

The Kurganmashzavod Joint Stock Company (JSC) is developing a more specialised version of the BMP-3 infantry fighting vehicle (IFV) for the Russian Army.

The unified artillery command and surveillance vehicle is based on a BMP-3 IFV hull, but has a raised roof line in the rear area to provide greater internal volume for its specific role.

To locate and identify targets for artillery and mortar units the artillery command and surveillance vehicle is fitted with a retractable mast-mounted sensor pod that includes day/night observation devices and a laser rangefinder.

This sensor package is claimed to be able to measure targets out to a maximum range of 9,000 m to an accuracy of 10 m.

Target information can be relayed to a typical artillery or mortar battery command post (CP) up to 15 km away. This then supplies target information to the weapons, which can be located up to 2.4 km from the CP.

Like the standard BMP-3 IFV, this variant is fully amphibious and is propelled through the water at a maximum speed of up to 10 km/h by two water jets located on either side at the rear of the hull.


Sunday, April 7, 2013

Putin: Hentikan Pemberian Senjata ke Gerilyawan Suriah

Vladimir Putin (AP/RIA-Novosti)

MOSKOW, (IMP) -- Presiden Rusia, Vladimir Putin, menekankan perlunya untuk menghentikan mendukung oposisi Suriah dengan senjata.

Dalam satu wawancara dengan TV Jerman ARD, Putin mengatakan bahwa hukum internasional mencegah pengiriman senjata kepada kelompok-kelompok yang berusaha mengacaukan negara manapun.

Dia menyerukan penghentian segera kekerasan di Suriah dan mendesak semua pihak untuk duduk di meja dialog.

Menjawab pertanyaan tentang pengiriman senjata Rusia ke Suriah, Putin mengatakan bahwa tidak ada embargo mengenai pemasokan senjata ke negara-negara. Dia menambahkan bahwa oposisi Suriah yang memperoleh 3,5 ton senjata akhir-akhir ini melalui bandara negara tetangga Suriah itu yang harus dihentikan.

"Mitra Barat kami menunjukkan bahwa Presiden Suriah harus mundur dan kemudian kita bisa memikirkan apa yang harus dilakukan. Itu jelas salah,'' katanya. "Libya, misalnya, terpecah menjadi tiga negara. Semua pihak harus duduk di meja dialog untuk membahas status masa depan negara ini."

"Kami mencapai kesepakatan mengenai Suriah di Jenewa. Tetapi sayangnya, mitra Barat kami bergerak menjauh dari kesepakatan itu lagi," kata Presiden Putin menyimpulkan.


Tuesday, April 2, 2013

Russian Navy Develops New Mini Submarines

Project 865 Piranha L - 28.2m, W - 4.8m, Displacement - 218 ton surface, 319 ton dived, Speed - 7 kts surfaced, Crew - 3 + 6 (photo : Vitaly V Kuzmin)

LANGKAWI,  (RIA Novosti) -- Russian shipbuilders are working on developing new “super mini” submarines, the United Shipbuilding Corporation state holding company said on Friday.

USC vice president Igor Zakharov said work on the sea craft is in progress at the St. Petersburg-based Malakhit naval machine manufacturing bureau and that Navy command has been showing interest in the project.

Alexander Terenov, an advisor to Malakhit’s general director, said the Project 865 Piranha submersible (NATO reporting name Losos) could go beyond just “hit and run” operations.

“They have a broad range of applications and can carry full-fledged missile and torpedo systems,” Terenov said.

Terenov said the Piranha could also be deployed for the protection of naval installations, and would be operated by small crews and cost little to maintain.

Piranha is a midget submarine designed for special operations and is almost completely silent. Only two Piranha-class submarines were reportedly ever built in Russia.


Monday, April 1, 2013

Peru Beli Heli Rusia Berantas Mafia Narkoba


Buenos Aires, (IMP) -- Pemerintah Peru akan membeli 24 helikopter militer Mi-Rusia 171 (Hip) dengan senilai keseluruhan 406,8 juta dolar AS untuk memerangi perdagangan narkoba dan terorisme, kata media lokal.

La Republica melaporkan bahwa Kementerian Pertahanan negara telah menyerahkan rancangan resolusi kepada Kementerian Ekonomi berdasarkan studi perbandingan helikopter Rusia dengan Eurocopter AS332, Holiday Pumas serta AS532 Eurocopter Cougars.

Pihak Rusia menawarkan pembelian produknya selama pembicaraan antara delegasi pemerintah Rusia dan perwakilan Kementerian Pertahanan Peru di ibu kota Lima pada awal Maret.

Satu helikopter diperkirakan menelan biaya lebih dari 16,9 juta dolar AS. Menurut rencana pengiriman 21 helikopter akan dipasok ke Peru pada tahun 2014, dan tiga lagi pada tahun 2015.

Surat kabar itu mengatakan, Kementerian Pertahanan Peru juga tertarik pada pasokan tambahan persenjataan di badan pesawat dan peralatan untuk helikopter-helikopter buatan Rusia. 

Rusia juga mengusulkan melakukan kursus pelatihan untuk pilot baik di Rusia maupun di Peru. Jika keputusan dibuat, jumlah kontrak akan naik menjadi 486 juta dolar AS

Apabila kesepakatan ini berhasil, itu akan menjadi yang pertama dalam 30 tahun bagi pemerintah Peru untuk membeli pesawat langsung dari produsen Rusia, demikian dilaporkan Ria Novosti.


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...