Showing posts with label Kapal Perusak Kawal Rudal (PKR). Show all posts
Showing posts with label Kapal Perusak Kawal Rudal (PKR). Show all posts

Tuesday, October 6, 2015

Menhan Tinjau Pembangunan KRI Jenis Sigma Terbaru

Fregat jenis PKR-105 (photo : Tempo)

Surabaya, (IMP) -- Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu meninjau galangan kapal PT PAL Indonesia di Surabaya yang merupakan produsen kapal perang maupun kapal komersil. Dalam kunjungan tersebut, Menhan melihat langsung proses pembuatan dan perakitan sebuah kapal perang (KRI) Perusak Kawal Rudal (PKR) berjenis Sigma yang dipesan oleh TNI Angkatan Laut (TNI AL). 

Direktur Utama PT PAL, M. Firmansyah Arifin menjelaskan kapal tersebut akan menjadi KRI tercanggih yang dimiliki TNI AL. "Ini kapal PKR berukuran 105 meter yang sedang kami buat untuk TNI AL. KRI ini akan menjadi kapal tercanggih yang dipunyai TNI AL. Senjata dan rudalnya memang sengaja tak kami ungkap sekarang," ujarnya di galangan kapal PT PAL Indonesia di Surabaya, Jatim, Kamis (13/8). 

Menurut Firmansyah, kapal itu dilengkapi persenjataan canggih bawah air yang bisa dipergunakan untuk menghancurkan kapal selam. "Juga dilengkapi peralatan moderen di atasnya, sehingga mampu memperkuat persenjataan maritim nasional kita," imbuhnya. 

Kerjasama dengan DAMEN `Schelde Naval Shipbuilding` (DSNS) - Belanda dalam pembuatan kapal perang cepat tersebut, kata Firmansyah, diharapkan mampu memberi manfaat besar terkait transfer teknologi kepada para ahli perkapalan nasional, khususnya yang berada di PT PAL. 

"Kerjasama ini dilakukan dengan teknologi tinggi, sehingga diharapkan nantinya kami bisa membangun sendiri kapal sejenisnya," tambahnya. Sementara itu, Ryamizard mengapresiasi industrinalutsista buatan dalam negeri. Menurutnya PT PAL harus meningkatkan kualitas produknya agar terus bisa dipercaya oleh TNI. 

"Ini bagus sekali. Pesan saya agar PT PAL ini menjaga kualitas dan kepercayaan konsumen. Apalagi kapalnya sudah dipesan oleh negara lain," imbuhnya. 

PKR bernomor seri 10514 tersebut rencananya akan selesai pada Januari 2017 mendatang, kapal berjenis sigma terbaru itu akan menambah KRI sejenis sebelumnya seperti KRI Diponegoro, KRI Frans Kaisepo, dan KRI Sultan Hasanuddin.

Friday, May 17, 2013

Two-Ship Programme Firms Up for Indonesian PKR Frigate

Sigma PKR 10514 (photo : Navy Recognition)

(IMP) -- Dutch shipbuilder Damen Schelde Naval Shipbuilding, working in partnership with Indonesia's PT PAL, has confirmed the programme and build strategy for the construction of the first two SIGMA 10514 Perusak Kawal Rudal (PKR) guided missile frigates for the Indonesian Navy (TNI-AL).

Damen Schelde and the Indonesian Ministry of Defence signed a contract for the engineering, construction, and delivery of a single PKR in June 2012, with the contract coming into force at the end of 2013. An option for a second ship has subsequently been exercised, with this contract coming into effect in the next few weeks, Damen Schelde confirmed at IMDEX Asia 2013 in Singapore.

Displacing 2,365 tons and with accommodation for 120 (100 crew plus 20 spare), the 105 m PKR will be the largest SIGMA variant built to date. While Damen Schelde is prime contractor for the programme, assembly and trials will be undertaken in conjunction with PT PAL in Surabaya under a transfer of technology arrangement.



Tuesday, May 7, 2013

KRI Frans Kaisiepo-368 Berpartisipasi di IMDEX Asia 2013


Surabaya, (IMP) -- Koarmatim kembali mengirimkan salah satu unsur terbaiknya dalam mengikutiInternationalMaritime Defence Exhibition & Conference (IMDEX) Asia 2013 yang akan diselenggarakan di Singapura mulai tanggal 13 – 18 Mei 2013 mendatang. KRI Frans Kaisiepo-368 yang dipimpin Komandan kapal Letkol Laut (P) Arif Badrudin, siang ini, (6/5) berangkat dari Dermaga Koarmatim menuju tempat pelaksanaan IMDEX 2013 di Changi Naval Base pangkalan Republic of Singapore Navy (RSN), Singapura.

International Maritime Defence Exhibition & Conference (IMDEX) Asia 2013 merupakan kegiatan ekshibisi/pameran tentang pertahanan dan kemaritiman dimana dalam kegiatan ini melibatkan negara-negara Asia serta kapal-kapal perang di setiap negara peserta. 

IMDEX Asia 2013 ini juga dimanfaatkan oleh perusahaan-perusahaan multinasional yang bergerak dalam bidang teknologi militer untuk menunjukkan dan menawarkan produk-produk terbaru unggulan mereka.

Indonesia sebagai negara yang berada di kawasan Asia turut berpartisipasi sebagai peserta IMDEX Asia 2013 dengan menurunkan KRI Frans Kaisiepo-368 dari Koarmatim dan KRI Kujang-642 dari Koarmabar. Pada IMDEX Asia 2011 lalu, Koarmatim juga mengirim salah satu unsurnya, yaitu KRI Diponegoro-365 dari Satuan Kapal Eskorta Koarmatim. 

Ajang ini bermanfaat untuk menambah pengetahuan, wawasan dan informasi mengenai perkembangan teknologi militer terbaru bagi angkatan laut dan pemutakhiran perkembangan teknologi maritim dunia. Selain itu, pada kegiatan ini dapat dijadikan sebagai media untuk mempromosikan dan menunjukkan produk industri strategis nasional kepada masyarakat dunia. 


Sunday, April 21, 2013

Indonesian Navy Selects NAUTIS Class A FMB Simulators for SIGMA Class Corvette Bridge Training


(IMP) -- For training of its Sigma Class Corvette bridge personnel, the Indonesian Navy and Ministry of Defence selected VSTEP to supply two Class A NAUTIS Full Mission Bridge (FMB) Simulators for its Kobangdikal marine training facility in Surabaya.

The Indonesian Navy is currently modernizing its fleet to more effectively combat maritime crime and piracy. Beginning 2012, the Indonesian Navy added several Sigma Class Corvettes to its active fleet. To allow realistic training of the Sigma Class bridge personnel, the Navy ordered two NAUTIS Full Mission Bridge Simulators, each with a 270 degree field of view projected on a cylindrical screen. The simulator bridges match the actual SIGMA Class Corvette bridge, allowing efficient and true-to-life bridge operations and navigation training. The Indonesian Navy also ordered five custom built ports, and customised navigation screens. VSTEP cooperated with local development and implementation partners, to increase the local content.

The NAUTIS FMB simulators have been delivered by maritime simulator developer VSTEP in cooperation with its Indonesian partner Terravision. The Kobangdikal Marine Facility in Surabaya counts as one of the most important development, training and education facilities of the Indonesian Navy. In addition to the two Class A NAUTIS FMB Simulators, two NAUTIS Instructor Stations and two NAUTIS Desktop Training Simulators have also been installed at the premises.


VSTEP Director, Cristijn Sarvaas: “We are deeply honoured to have been selected as the simulation partner at this prestigious technology centre. The cooperation with our local partners has worked out really well and we look forward to working with them on other projects in the future. We are looking forward to the delivery and commissioning of these impressive simulators, and the training of the local instructors.

About NAUTIS
NAUTIS is a new generation of advanced DNV certified maritime training simulators for the civilian & military maritime industry. The NAUTIS range of maritime training simulators is developed by VSTEP and offers an affordable alternative for training maritime officers and crews. With a full range of simulators, from desktop trainer to full mission bridge simulator, VSTEP delivers high quality cost-effective simulator solutions fulfilling the training requirements of nautical colleges, naval academies, maritime training centres and individual ship owners in compliance to the latest STCW requirements.www.nautissim.com

About TerraVision
Terravision is a system integrator company which focuses in system implementation and integration and technical support of various system technology to Indonesian market which utilizes satellite network and data, high performance database with user friendly application.

About VSTEP
VSTEP is a leading International developer of simulators and virtual training software. VSTEP creates 3D virtual training applications and simulators that allow people to build their skills in a practical and cost effective way. VSTEP has several core product lines, focusing on virtual incident training for first responders (RescueSim), maritime training solutions for the civilian & military maritime industry (NAUTIS) and training simulators to prepare camera operators to identify suspect human behavior before a crime or terrorist attack takes place (EyeObserve). www.vstepsimulation.com


Wednesday, April 17, 2013

The Indonesian Navy Task Force of PKR Starts its Mission in the Netherlands


Indonesia has ordered two PKR-10514 ships, the first ship will be handed over to the Government of Indonesia in January 2017, while the second one will be in October 2017. (image : Navy Recognition)

(IMP) -- The Indonesian Navy Task Force for the Project Procurement of Guard Missile Destroyer (GMD) ship or known as the Satgas PKR, has arrived in the Netherlands on April 8, 2013. Consisting of 12 (twelve) Indonesian Navy officers,-led by First Admiral Mulyadi-, this task force will conduct its mission in Netherlands for the period of 24 months.

The task force team had paid a courtesy call to the Ambassador of the Republic of Indonesia in The Hague,- H.E. Mrs. Retno L.P. Marsudi, accompanied by the Embassy’s Defence Attache, Col. Edy Sulistyadi, on Friday, 12 April 2013. During the meeting, the team explained road map of their work in the Netherlands.

As part of a signed deal between the Indonesian Ministry of Defence and the Damen Schelde Shipyard ship in Naval Shipbuilding (DSNs) Vlissingen to build 2 (two) Indonesian GMD ships, this task force will conduct its mission in assisting and supervising the construction process of the ships. The first ship will be handed over to the Government of Indonesia in January 2017, while the second one will be in October 2017. This cooperation will further strengthen bilateral relations between Indonesia and the Netherlands.


Sunday, February 3, 2013

Kemhan Memproses Kontrak Pembelian PKR 105 Kedua dengan Damen Schelde



Kapal Untuk Perbatasan

JAKARTA, KOMPAS - Sejumlah kapal parang baru yang fokus pada pengawasan laut perbatasan dan pemekaran organisasi menjadi pembahasan dalam rapat pimpinan TNI Angkatan Laut di Jakarta, Kamis-Jumat (31/1-1/2).

Kepala Staf TNI AL Laksamana (TNI) Marsetio dalam jumpa pers di Markas Besar TNI AL Cilangkap menjelaskan, sejumlah kapal baru akan melengkapi TNI AL hingga tabun 2014.

"Kapal selam akan beroperasi lima unit. Sebanyak tiga unit baru dibuat dengan kerja sama Korea Selatan. Pembuatan kapal ketiga dibangun sepenuhnya di PT PAL Surabaya" kata Marsetio.

Untuk kapal perusak kawal rudal (PKR) dari Damen Schelde Belanda, lanjutnya, memasuki kontrak pembelian unit kedua.

"Pada pembelian kedua akan dilengkapi peluncur torpedo, ruang kendali tempur, dan cupola senjata permukaan yang sebelumnya tidak diberikan dalam pembelian kontrak pertahanan. Pembangunan PKR juga melibatkan PT PAL Surabaya," ujar Marsetio.

Pada Desember 2012, Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan Marsekal Madya (TNI) Eris Heryanto mengatakan, sebanyak 250 teknisi PT PAL dikirim ke Belanda untuk ikut dalam pembangunan kapal PKR.

Rencana pembelian tiga light frigate eks kapal kelas Nakhoda Ragam Angkatan Laut Brunei dinilai sudah tidak bermasalah. Menurut Marsetio, perlengkapan yang dinilai kurang akan dilengkapi olah BAe Inggris dan sekarang keputusan Ada di tangan Kementerian Pertahanan.

Vietnam, Filipina, Malaysia, dan Aljazair batal membeli tiga light frigate itu karena ada kendala teknis, seperti sudah tutupnya perusahaan yang menjadi penyedia sarana kendali tempur.

Namun, Poengky Indarti dari Koalisi Masyarakat Sipil untuk Reformasi Pembelian Senjata TNI mengkritisi rencana pembelian kapal PKR kedua dari Belanda.

"Beli kapal rudal kok tanpa rudal. Pembelian senilai 220 juta dollar AS itu tidak dilengkapi senjata utama, yakni peluru kendali. Kita masih harus membayar 75 juta dollar AS untuk melengkapi rudal bagi kapal tersebut," kata Poengky."


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...