Showing posts with label Kapal Multi Role Light Fregat. Show all posts
Showing posts with label Kapal Multi Role Light Fregat. Show all posts

Friday, August 15, 2014

KRI Bung Tomo Berlabuh di Civitavecchia Italia

KRI Bung Tomo 357 (photo : S. Jones)

London, (IMP) -- Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Bung Tomo bernomor lambung 357 berlabuh di pelabuhan Civitavecchia pada tanggal 11 Agustus yang berjarak satu jam dari Kota Roma, Italia. 

Selama berlabuh, kapal tersebut melakukan pengisian bahan bakar dan awak kapal melakukan pertemuan dengan beberapa pihak terkait di Italia, demikian Pensosbud KBRI Roma Nindarsari Utomo kepada ANTARA London, Rabu.

Kedatangan kapal TNI AL tersebut disambut baik Komandan Angkatan Laut Italia di Civitavecchia Col Giuseppe Tarzia beserta jajarannya, mengingat selama ini telah terjadi hubungan kerja sama yang baik antara Indonesia dan Italia di bidang persenjataan di mana beberapa alat utama sistem persenjataan (Alutsista) Indonesia dibeli dari industri strategis Italia. 

Dubes RI di Roma August Parengkuan secara resmi menyambut kedatangan KRI Bung Tomo dan menyampaikan apresiasi kepada pemerintah setempat khususnya Komandan Angkatan Laut Civitavecchia serta Wali Kota Civitavecchia Ing Cozzolino atas sambutan dan penerimaan terhadap kedatangan KRI Bung Tomo di Italia. 

Menurut Dubes, pembelian kapal tersebut merupakan kebutuhan minimal untuk memenuhi alutsista pemerintah Indonesia untuk menjaga kedaulatan laut Negara Kesatuan Republik Indonesia. 

Pada kesempatan ini hadir pula Dubes RI di Vatikan, Walikota Civitavecchia, Komandan Pelabuhan Civitavecchia, dan jajaran angkatan laut Italia, Guarda di Finanza, wakil dari industri strategis radar Italia (Finnmeccanica), wakil dari Asosiasi Persahabatan Indonesia-Italia, pejabat Indonesia yang bertugas pada Food and Agriculture Organization (FAO), dan pejabat KBRI Roma. 

KRI Bung Tomo yang dipimpin Kolonel (Laut) Yayan Sofyan, lulusan Akademi Angkatan Laut tahun 1993 meninggalkan Italia pada Rabu ini pada pukul 09.30 pagi waktu setempat untuk melanjutkan perjalanan ke Indonesia.


Saturday, July 19, 2014

Menhan Resmikan KRI Bung Tomo di Inggris


London, (IMP) -- Menteri Pertahanan Republik Indonesia Purnomo Yusgiantoro meresmikan kapal perusak kawal rudal jenis Multi Role Light Frigate (MRLF) KRI Bung Tomo-357 dan KRI John Lie-358 di Dermaga Anchorline, Barrow-In-Furness, Inggris, Jumat (18/7).

Selain dihadiri jajaran Kementerian Pertahanan RI, acara pemberian nama dan peresmian KRI Bung Tomo-357 dan KRI John Lie-358 juga dihadiri anggota DPR dari Komisi I bidang pertahanan, pejabat TNI Angkatan Laut, Dubes RI didampingi pejabat KBRI London serta pejabat pemerintahan Inggris, demikian Pensosbud KBRI London Heni Hamida kepada Antara London, Sabtu.

Setelah peresmian, kedua KRI langsung menuju Indonesia dan diharapkan bisa turut berpartisipasi memeriahkan HUT TNI ke-69 pada 5 Oktober 2014 di Pangkalan TNI Angkatan Laut Surabaya.

Kapal perang produksi BAE Systems, Inggris, tahun 2004 tersebut memiliki spesifikasi teknis yang handal. 

Dengan panjang 95 meter dan lebar 12,7 meter serta dilengkapi sistem pendorong empat motor pokok CODAD (Combined diesel and diesel) yang mampu berlayar dengan kecepatan maksimum 31 knots.

Kedua kapal perang tersebut juga dilengkapi dengan sistem persenjataan yang tergolong mutakhir, seperti peluru kendali anti kapal permukaan MM 40, peluru kendali anti serangan udara Sea Wolf, meriam 76 mm, meriam 30 mm serta torpedo anti kapal selam. 

Didukung oleh sistem kendali persenjataan, navigasi dan komunikasi yang terintegrasi dengan baik, kapal jenis MRLF tersebut dirancang untuk mampu bertempur menghadapi ancaman baik dari atas air, bawah air maupun udara.

Sebelum diresmikan menjadi kapal perang Republik Indonesia oleh Menteri Pertahanan RI, kedua kapal menjalani prosesi pemberian nama yang memiliki arti simbolis agar kapal tersebut memiliki semangat kepahlawanan dari tokoh pahlawan nasional yang digunakan serta agar kapal beserta awaknya di dalam pengabdiannya demi kejayaan bangsa dan negara senantiasa dilindungi oleh Tuhan Yang Maha Esa.

Prosesi pemberian nama KRI Bung Tomo-357 dan KRI John Lie-358 dilakukan oleh Lies Purnomo Yusgiantoro, istri Menhan RI selaku ibu kandung kapal. 

Bung Tomo merupakan salah satu tokoh pahlawan yang lahir di Surabaya pada tanggal 3 Oktober 1920. 

Bung Tomo terkenal karena peranannya yang signifikan dalam membangkitkan semangat rakyat Indonesia untuk melawan kembalinya penjajah yang akan menguasai negara Indonesia. 

Semangat pertempuran Bung Tomo telah ditunjukkan dalam pertempuran 10 November 1945 yang hingga kini diperingati sebagai Hari Pahlawan oleh seluruh bangsa Indonesia. 

Sementara Laksamana Muda TNI Jahja Daniel Dharma atau yang lebih dikenal sebagai John Lie merupakan salah seorang perwira tinggi TNI Angkatan Laut pada masa perang revolusi. 

Pada awal kemerdekaan, John Lie ditugaskan mengamankan pelayaran kapal-kapal yang mengangkut komoditas ekspor Indonesia yang akan diperdagangkan di luar negeri menembus blokade penjajah. 

Hasil dari penjualan hasil bumi tersebut selanjutnya digunakan demi keperluan perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.


Monday, April 15, 2013

Vietnamese Petya Class Light Frigates : Still Powerful at Sea

Project-159 Petya class light frigates (photo : Andreas Sporri)

(IMP) -- Also frigates Dinh Tien Hoang, Ly Thai To, 6 Russian Kilo submarines ready for occupation, uncredited class warships over 50 years Project-159 Petya class create powerful still at sea.

Project-159 Petya class light frigates (photo : Andreas Sporri)

The hunting gun turret on the ship rotate groundwater credits targeted both air and sea (photos : TienPhong)

The navy said, here are 2 of the 5 ships of the Project-159 class ships are Soviet aid. However, before moving on to Vietnam started in 1978, the ship was used in the Soviet Union under 10 years should be more active just 10-15 years old by the vessel, the damaged equipment not to replace (in Russian factories no longer produce components for submarine launched in the 1960s anymore). A senior Navy officer said Vietnam, in fact in the years 1990 - 1995, 159 vessels respectively only function ... patrol exercises at sea


Currently, 2 of the 5 ships of the class submarine hunting vessels half a century old - specialized detection, chase and attack ground targets at sea) on duty in waters south of the High Command 2 Navy regions.


The soldier said, every heavy gun emplacements are over 10 tons, separate glass dock weighs 76 to 26 tons and can hit targets accurately within a radius of 100 km (When no improvement, Project-159 class submarine hunting vessels only effective kill radius of 10 km altitude). Hyperbolous torpedo launchers are 5 results in per boat is also available free to seek out, destroy target submarine

It is fitted with 1 torpedo launchers, 2 bomb immersed staging,12 results per frame could crash powerful.

After the alert, calm soldiers Navy barrel controls the moving target in the air.

The scream of sirens, speakers command echoing across the waves. Only less than 1 minute, dozens of Marines and soldiers were present at each position battle on board from the main chamber commander, commander accessories, engine room, observatory, radar ... to the gun emplacements, torpedo launchers.


In the hold of the ship, naval soldiers carry armament running footsteps come running back, weapons ready. On deck, 2 gun turret 37 cups, 76 cups and 25 cups 2 gun turret was whirling to identify, search and destroy targets. The soldier said, every heavy gun emplacements are over 10 tons, separate glass dock weighs 76 to 26 tons. Hyperbolous torpedo launchers are 5 results in per boat is also available free to seek out, destroy target submarine.

Situation combat maneuvers: Sirens sounded, the ship was attacked, hazy smoke ....






Thursday, January 17, 2013

Kapal Ex-Nakhoda Ragam Class


Rudal anti pesawat SeaWolf dibuat oleh British Aircraft Corporation, kemudian diteruskan oleh BAE Dynamics, dan akhirnya digabung ke dalam MBDA. Di Inggris rudal ini akan dipensiunkan tahun 2018 digantikan oleh rudal CAMM, sedangkan di Malaysia akan menggunakan rudal ini pada Lekiu class fregat sampai tahun 2020 untuk selanjutnya digantikan dengan rudal Aster-15 atau VL MICA (photo : Cavalry)



TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Pertahanan berupaya melobi Pemerintah Kerajaan Inggris soal perbaikan sistem peluru kendali kapal multi role light fregat. "Tadi sudah dibicarakan masalah upgrading, salah satu sistem peluru kendali kapal itu," kata Kepala Badan Perencanaan Pertahanan Mayor Jenderal Ediwan Prabowo, Rabu, 16 Januari 2013.

Indonesia membeli kapal multi role light fregat asal Inggris ini dirancang selama 1,5 tahun. Permintaan perbaikan sistem peluru kendali itu karena pabrik peluru kendali Seawolf yang terpasang pada kapal tersebut tutup. Gaga-gara inilah Malaysia, Brunei, Aljazair, dan Filipina batal membeli kapal ini. "Itu memang menjadi salah satu pertimbangan sehingga negosiasinya lama," kata Ediwan.

Kementerian Pertahanan mengaku sudah memeriksa masalah teknis terkait kapal tersebut. "Secara teknis, kapalnya masih bagus, tinggal masalah satu itu (peluru kendali)," kata dia. Ediwan menyebut tiga unit fregat kelas nakhoda yang akan dibeli tersebut masih memiliki sistem sonar dan radar yang masih baik.

Kapal ini, kata Ediwan, kini dimiliki oleh galangan kapal Lurssen asal Jerman. "Tapi (kapalnya) masih diparkir di Inggris," kata dia. Harga tiga unit kapal fregat ini mencapai US$ 385 juta, "Bahkan bisa lebih dari itu," kata dia.

Negosiasi kontrak pembelian kapal, kata Ediwan, diharapkan rampung cepat. "Saya harap bulan ini bisa rampung. Negosiasi berlangsung sejak enam bulan terakhir."

Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoedin juga mengakui adanya rencana pembelian kapal perang untuk TNI Angkatan Laut ini. Pembelian kapal permukaan ini memang termasuk prioritas," kata dia. Pengadaan kapal ini murni pembelian.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...